EKONOMI

Jumat, 05 April 2019 | 19:13 WIB

Jokowi Terapkan Cukai BBM, Inflasi Bakal Tinggi

Indra Hendriana
Jokowi Terapkan Cukai BBM, Inflasi Bakal Tinggi
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah diminta berhati-hati bila ingin menerapkan cukai terhadap barang-barang yang memiliki efek buruk untuk keberlangsungan hidup, termasuk bahan bakar minyak (BBM).

Sebab, penerapan kebijakan inu tentunya akan berdampak langsung ke masyarakat di Indonesia. Karena masyarakat bawah masih memerlukan beberapa jenis BBM yang harganya terjangkau.

Harus hati-hati, ada beberapa yang sensitif. Karena masyarakay bawah masih butuh premium masih butuh pertalite, kata Ekonom Indef Bhima Yudhistira, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Dia menyarankan agar pengenaan cukai pada BBM yang tidak disubsidi. Seperti Pertamax series. Jadi prioritas yang dikenalan cukai BBM yang mahal dulu. Idenya bagus, kerena beberapa negara sudah melakukan hal itu, kata dia.

Sebab, apabila itu dilakukan dengan tidak hati-hati, akan merepotkan pemerintah itu sendiri. Atas dasar itu idenya bagus. Tapi implementasinya harus hati-hati karena bisa berpengaruh ke inflasi dan daya beli masyarakat, kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, mustinya bukan hanya BBM saja yang dikenakan cukai. Menurut dia, kendaraan juga harus dikenakan cukai. Karena berdampak negatif terhadap lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, kemacetan juga, kata dia.

Adalah Hasbullah Thabrany, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, mengungkap usulan cukai untuk BBM. Alasannya, ya itu tadi, membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi polusi.

Hasbullah bilang, bila Jokowi-Amin terpilih lagi, maka pemerintah akan mengusulkan perluasan pengenaan cukai untuk 12 produk. Di mana salah satunya adalah pengenaan cukai untuk BBM yang selama ini disubsidi pemerintah. "Dipakai silahkan, tapi secukupnya, kalau dicukai akan mengurangi konsumsinya dan udara sehat," jelas Hasbullah di Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2019).

Selain BBM, Hasbullah dan timnya mengusulkan perluasan cukai untuk ban mobil, kayu gelondongan, minuman yang mengandung gula tinggi dan makanan yang mengandung garam tinggi. Selain itu, juga termasuk cukai rokok, alkohol, dan plastik.

Hasbullah mengaku, Jokowi-Amin akan berkomitmen dalam hal pengendalian melalui cukai. Saat ini, usulan sudah disampaikan melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Hanya saja, untuk mengimplementasikan memang perlu waktu lama, sebab harus melalui keputusan Undang-undang (UU) yang dibahas bersama DPR. Terkait dengan efeknya ke penerimaan, Hasbullah mengaku sudah melakukan kajian. Hanya saja dia belum membeberkan angkanya. "Pasti keseluruhan penerimaan APBN baik," jelas dia. [ipe]

#PresidenJokowi #Cukai #BBM #Inflasi #Indef
BERITA TERKAIT
(Tembus 154 Titik) BBM Satu Harga Hadir di Ujung Selatan
DPR: KBN Jangan Rusak Asa Jokowi Genjot Investasi
Produksi Minyak Pertamina Molor Tahun Depan
Dua Bulan ke Depan, Premium dan Solar Tidak Naik
Gubes UI Sarankan Jokowi Comot RR Masuk Kabinet
BBM Satu Harga Pertamina Terobos Kampung Asmat
Istana Minta Enggar Muluskan Ekspor RI ke China

kembali ke atas