PASAR MODAL

Selasa, 09 April 2019 | 17:21 WIB

Batubara Turun, Jadi Sentimen Positif Emiten Semen

Mohammad Fadil Djailani
Batubara Turun, Jadi Sentimen Positif Emiten Semen
(Foto: Ist)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan Sekuritas PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) menilai tahun ini akan menjadi tahun pertama bagi sektor semen membukukan kinerja positif seiring dengan nilai tukar yang stabil dan turunnya harga batubara sekitar 60-70%.

Sebab beban biaya industri semen berasal dari nilai tukar dan penggunaan batubara sebagai bahan bakar produksi.

Ditambah lagi, pada semester 2 tahun lalu, industri sudah menaikkan harga meski baru sekitar 5%.

Sektor semen terakhir kali mengalami masa gemilang pada 2012, saat konsumsi mencapai 48 juta ton dengan kapasitas industri sebesar 50 juta ton sehingga rasio kedua mendekati 100%.

Melihat permintaan semen yang sangat besar, banyak pemain kecil yang ikut meramaikan sekor ini sehingga oversupply terus terjadi hingga 2017, yang membuat perang harga tidak dapat dihindari, sehingga membukukan kinerja negatif.

"Pada kuartal pertama tahun ini, beberapa perusahaan semen sudah akan membukukan kinerja positif sebagai dampak dari kenaikan harga yang terjadi sejak tahun lalu dan nilai tukar yang menguat serta masih turunnya harga batubara," terang Analis Bahana Sekuritas Adrianus Bias Prasuryo melalui keterangan resmi, Selasa (9/4/2019).

Naiknya permintaan pada tahun ini juga berasal dari sektor properti yang di beberapa tempat sudah terlihat ada permintaan meski masih didominasi dari kelas menengah ke bawah, tambahnya.

Kedepan dengan kondisi perekonomian yang semakin baik, diperkirakan permintaan terhadap properti juga akan semakin besar sehingga akan mendongkrak penjualan semen.

Selain itu penguatan rupiah yang berkelanjutan dan potensi turunnya harga batubara akan semakin membuka kinerja positif bagi sektor semen, demikian sebaliknya pelemahan rupiah, naiknya harga batubara serta stagnannya permintaan properti bisa menjadi risiko bagi industri semen.

Dengan prospek positif ini, Bahana Sekuritas memberi rekomendasi beli untuk saham PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk dengan target harga Rp22.200/lembar saham.

Perusahaan berkode saham INTP ini akan mendapat keuntungan dari redanya kompetisi khususnya wilayah Jawa Barat dan perseroan juga tahun lalu membukukan profit yang sangat rendah sehingga hal ini akan berdampak pada peningkatan profit yang cukup tinggi pada tahun ini, serta aksi merger dan akuisisi yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, sudah akan menyumbang kinerja positif bagi profit perseroan.

Sementara itu, Bahana Sekuritas merekomendasikan tahan untuk saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dengan target harga Rp13.200 dan hal yang sama berlaku untuk saham PT Holcim Indonesia Tbk atau yang dikenal dengan kode saham SMCB, dengan target harga Rp2.100, serta saham PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau berkode saham SMBR dengan target harga Rp1.570.[jat]

#BatuBara
BERITA TERKAIT
Sinar Mas Multifinance Tawarkan Obligasi Rp800 M
CLEO Raih Laba Naik Jadi Rp63,9 Miliar
IHSG Bergerak Varuatif ke 6.398,02 di Awal Sesi
Apa Pesan Penting Trump pada Pertemuan AS-China?
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
Harga Minyak Mentah Naik Jelang Data Pasokan AS
Dolar AS Picu Harga Emas Berjangka Turun

kembali ke atas