EKONOMI

Kamis, 11 April 2019 | 17:54 WIB
(Debat Capres Terakhir)

Soal Pengangguran dan CAD, Jokowi Bisa Terpojok

Indra Hendriana
Soal Pengangguran dan CAD, Jokowi Bisa Terpojok
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani memprediksi, debat capres bakal ramaikan soal investasi.

Di sisi lain, ekonom yang terlihat ayu ini, mengingatkan, perdebatan soal apakah investasi asing yang masuk Indonesia menjawab soal pengangguran, bakal seru.

"Dianggap kepemilikan dan investasi asing sudah banyak. Harus dijawab, bagaimana asing ini ke depan? Tetap oke, di sisi lain menciptakan lapangan pekerjaan," kata Aviliani di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Aviliani mengatakan, dalam debat terakhir yang berlangsung Sabtu ()13/4/2019), akan menjadi penentu pilihan bagi undecided voters. Mau tak mau, baik kubu Joko Widodo maupun Prabowo harus mampu meyakinkan rakyat.

Intinya, lanjut Aviliani, investasi asing tidak akan digugat apabila menciptakan lapangan pekerjaan kerja bagi masyarakat sekitar. Sebaliknya, investasi asing khususnya sektor jasa, menjadi tidak begitu penting. Lantaran tidak banyak menyerap tenaga kerja.

Selain soal investasi asing, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) juga masih menjadi isu yang kemungkinan dipertanyakan kepada capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Defisit berjalan masih akan menjadi serangan, artinya bagaimana menjelaskan strategi mengurangi impor dan meningkatkan ekspor. Harus disiapkan, karena akan menjadi serangan dari lawan," kata Aviliani.

Data Bank Indonesia pada Februari 2019, nilai CAD Indonesia nebcapai 2,98% dari PDB. Atau setara US$31 miliar. Capaian ini terparah sejak 2014.
Kendati demikian, BI menilai defisit neraca berjalan masih terkendali karena di bawah batas aman 3% terhadap PDB. Kita tunggu saja, capres mana yang mampu meraih hati rakyat. [ipe]

#DebatCapres #Pengangguran #CAD #BPS #Indef
BERITA TERKAIT
Jumlah Orang Miskin Turun, Ini Jurus Pemprov Jabar
(Izin Investasi Masih Rumit) Era Jokowi Belum Berhasil Efisienkan Birokrasi
Darmin Pede Neraca Perdagangan Makin Oke
Ekspor Indonesia Pada Juni 2019 Loyo Pak Jokowi
Daya Saing Industri Kosmetik Rendah, Pak Airlangga
Bi Bakal Turunkan Suku Bunga Lagi, Ini Syaratnya..
PHE Tambah Bantuan Atasi Gelembung Gas Proyek YY

kembali ke atas