MOZAIK

Jumat, 12 April 2019 | 02:02 WIB

Niat dalam Keabsahan Amalan

Quraniy
Niat dalam Keabsahan Amalan
(Foto: ilustrasi)

AMALAN sangat bergantung pada niat. Kita dapati banyak amalan dalam agama kita, yang dijelaskan oleh ulama, memiliki niat sebagai rukunnya. Artinya amalan tersebut harus menyertakan niat. Apabila seseorang beramal suatu amalan namun tidak ada niat di awalnya, maka amalannya tidak berlaku.

Hal ini seperti diisyaratkan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dalam sabdanya, Tidak ada puasa bagi orang yang tidak membulatkan niatnya untuk berpuasa sebelum terbit fajar (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Maka dalam kategori amalan demikian, niat mutlak diperlukan disertakan pada awalnya. Termasuk amalan ibadah mutlak lainnya seperti mandi junub, shalat, haji, dan lain-lain. Apabila tidak ada niat di awal, maka ibadahnya tidak sah. Maka inilah yang banyak disampaikan ulama fikih dalam agama kita.

Bila pembahasan di atas adalah amalan yang sah hanya bila dengan melandaskan niat diawalnya, lalu adakah amalan yang sah namun tanpa niat? Ada. Amal kebaikan akan tetap sah meski tidak ada niat di awalnya. Berbagai amal yang mendatangkan manfaat bagi pelakunya maupun bagi orang lain. Amalan dalam kategori ini misalnya membersihkan diri atau baju dan lain lain dari najis maupun kotoran.

Berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah, Sesungguhnya para ulama telah sepakat bahwa suatu amalan yang tidak mungkin diamalkan melainkan sebagai ibadah, tidak sah kecuali dengan niat. Berbeda dengan amalan yang kadang dilakukan sebagai amal ibadah dan di lain kesempatan sebagai suatu rutinitas, misalnya menunaikan amanat dan membayar piutang.

Allahu Alam.

#Quraniy
BERITA TERKAIT
Kesaksian Allah kepada Orang-orang yang Berilmu
Allah Mengampuni Dosa dengan Amalan Hari Jumat
Jagalah Tauhid, InsyaAllah Anda Masuk Surga
Perindah Al Quran dengan Suara Kalian
Semangatlah Mencari yang Halal
Raih Pahala Haji, Datangi Majelis Ilmu di Masjid
Jadilah Muslim yang Merdeka

kembali ke atas