DUNIA

Senin, 15 April 2019 | 08:37 WIB

Penembakan di Klub Malam Australia, 1 Tewas

Penembakan di Klub Malam Australia, 1 Tewas
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Melbourne--Satu orang tewas dan tiga orang terluka dalam insiden penembakan di luar klub malam di Kota Melbourne, Australia. Siapa pelakunya?

Tiga orang penjaga keamanan klub malam Love Machnie dan seorang pria yang sedang antri di luar ditembak dalam insiden pada hari Minggu (14/4/2019).

"Sepertinya tembakan dari dalam mobil di kawasan itu dan diarahkan ke kerumunan yang berdiri di luar klub," kata Inspektur (polisi) Andrew Stamper kepada media.

Kasus penembakan di klub malam Love Machine itu dianggap tidak terkait dengan serangan teror, kata polisi.

Pria yang tewas dalam insiden penembakan itu belum disebutkan jati dirinya, tetapi media setempat melaporkan dia adalah penjaga keamanan berusia 37 tahun.

Polisi mengatakan sejumlah pria lainnya yang tertembak berusia 28, 29 dan 50 tahun. Yang berusia paling muda berada dalam kondisi kritis.

Inspektur Detektif Andrew Stamper menggambarkan cedera yang dialami para korban "mengerikan".

"Sangat menghebohkan, karena ini klub malam paling ramai, salah satu klub malam utama di Melbourne di salah satu kawasan hiburan utama," katanya pada konferensi pers.

Sampai sejauh ini belum ada orang yang ditangkap, dan polisi tengah mencari saksi mata yang berada di lokasi serangan.

Surat kabar Australia, The Age, melaporkan para penyelidik kemungkinan akan menyelidiki insiden ini dengan keberadaan geng motor.

Penembakan massal di Australia jarang terjadi. Negara itu telah merombak undang-undang persenjataan setelah 35 orang diberondong timah panas hingga tewas di Port Arthur, Tasmania, pada 1996. [bbc/lat]

#Penembakan #Klub #Malam #Australia
BERITA TERKAIT
30 Jurnalis Diadili di Australia
Selandia Baru Larang Senjata Semi Otomatis
Ormas Pro Trump Todongkan Senjata ke 300 Imigran
Prabowo-Sandi dan PKS Unggul di Arab Saudi
WHO: Bentrokan di Tripoli Tewaskan 220 Orang
Isu Nuklir Korut Bayangi Menhan Jepang ke AS
Wartawati Tewas Saat Kerusuhan di Irlandia Utara

kembali ke atas