NASIONAL

Senin, 15 April 2019 | 17:13 WIB

Kapolri Minta Pemenang Pemilu Tak Mobilisasi Massa

Muhammad Yusuf Agam
Kapolri Minta Pemenang Pemilu Tak Mobilisasi Massa
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri depan) memimpin rapat koordinasi kesiapan akhir pengamanan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Jakarta (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghimbau kepada para kandidat di Pemilu 2019 yang akan bertarung pada 17 April ini untuk tidak memobilisasi massa jika menang. Tito menyebut jika ada mobilisasi massa dari kandidat yang menang, justru bisa menimbulkan provokasi.

"Polri akan berlandaskan UU nomor 9 tahun 1998 tentanv penyampaian pendapat dimuka umum meminta masyarakat untuk tidak melakukan pawai, syukuran atau apapun mobilisasi massa untuk menunjukan kemenangan karnea nanti akan bisa memprovokasi pihak lain," kata Tito di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Tito juga menghimbau kepada kandidat yang kalah, untuk tidak melakukan mobilisasi massa. Jika merasa tak sesuai dengan hasil Pemilu 2019, Tito meminta kandidat tersebut untuk mengajukan protes melalui mekanisme sesuai UU.

"Lebih baik kita tetap jalankan kegiatan dengan baik kalau ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai UU ada mekanismenya, ada DKPP, ada Bawaslu, ada MK kalau ada hal dianggap melanggar tapi tidak mobilisasi massa kalau ada tidak beri ijin," ucap Tito. [adc]

#Pemilu2019 #Polri
BERITA TERKAIT
Soal Utusan Jokowi, BPN Masih Fokus Awasi C1
Buktikan C1,Jubir TKN Siapkan Rp100 Juta untuk BPN
Mantan Wakil Ketua KPK Nilai Pemilu 2019 Curang
5 TPS di Bekasi Lakukan Pemungutan Suara Lanjutan
Bravo-5 Ajak Masyarakat Kawal Kemenangan Jokowi
7 Parpol di Surabaya Minta Rekap Suara Dihentikan
Sri Keguguran Setelah Dua Hari Kerja di TPS

kembali ke atas