PASAR MODAL

Selasa, 16 April 2019 | 13:09 WIB

Sehari Jelang Pilpres, IHSG Makin Berotot

Sehari Jelang Pilpres, IHSG Makin Berotot
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI),Jakarta, menguat menjelang pencoblosan Pemilu pada Rabu (17/4/2019).

IHSG dibuka menguat 5,57 poin atau 0,09% ke posisi 6.440,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,21 poin atau 0,12% menjadi 1.014,48.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa (16/4/2019), mengatakan, pergerakan indeks saham hari ini akan dipengaruhi faktor eksternal yaitu terkait perkembangan kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta sentimen domestik terkait penyelenggaran pemilu 17 April 2019.

"Sikap AS yang melunak terhadap China dalam pembahasan perdagangan diperkirakan dapat menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar global. Sentimen tersebut dapat menjadi katalis bagi IHSG, meski pasar juga dihadapi penantian dari hasil pemilu presiden," ujar Alfiansyah.

Para juru runding AS telah melunakkan tuntutannya terhadap China dalam perundingan damai perang dagang. Sikap melunak tersebut mereka berikan terkait subsidi industri. Sikap tersebut diambil karena China menentang keras permintaan AS tersebut.

Masalah subsidi industri sangat sulit dipenuhi China karena subsidi dan keringanan pajak diberikan kepada perusahaan milik negara dan sektor-sektor yang dipandang strategis untuk pembangunan jangka panjang.

Bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 39,66 poin (0,18%) ke 22.208,77, Indeks Hang Seng melemah 75,33 poin (0,25%) ke 29.735,39. Sementara Indeks Straits Times menguat 6,13 poin (0,18%) ke posisi 3.331,99.[tar]

#Pilpres2019 #IHSG #BEI
BERITA TERKAIT
Inilah Gadis di Balik Uang Digital Facebook
Inilah Jadwal Rights Issue PT Phapros
Gedung Putih Segera Tentukan Bisnis Huawei di AS
Inilah Penggerak Bursa AS Pekan Depan
Pekan Ketiga Juli, Pasar Masih Merespon Positif
Perusahaan AS Tinggalkan China Terus Berlanjut
Trump Tetap Desak Fed Perjelas Kebijakan

kembali ke atas