EKONOMI

Selasa, 16 April 2019 | 16:30 WIB

Nielsen: Konsumen Indonesia Gemar Belanja Ini.....

Nielsen: Konsumen Indonesia Gemar Belanja Ini.....
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - konsumen Indonesia ternyata gemar berbelanja produk elektronik kelas premium, melalui platform e-commerce. Meski mahal yang penting canggih.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/4/2019), Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen mengungkapkan, konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk elektronik premium.

Produk elektroik pribadi yang paling diburu adalah komputer, ponsel, tablet, alat baca, dan lainnya. Persentasenya mencapai 63%. Sedangkan peringkat berikutnya adalah produk pakaian/sepatu (41%), mobil (37%), perhiasan (34%), dan kosmetik (32%).

Selain itu, masih menurut riset Nielsen, separuh dari konsumen Indonesia, masih mempertimbangkan rekomendasi dari rekan atau keluarganya sebagai faktor yang paling berpengaruh ketika berbelanja produk kelas premium baru.

Sementara, masing-masing 45% konsumen lainnya mengaku bahwa iklan online dan riset tentang produk, menjadi faktor lainnya yang memengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk premium baru.

"Kebiasaan melakukan riset, yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet, sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik," kata Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri.

Rusdy menyebutkan, iklan online memengaruhi keputusan konsumen. Hal itu menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia, semakin meningkat.

"Produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka," imbuh Rusdy.

Secara umum, laporan tersebut mengungkapkan perilaku pembelian dan belanja konsumen pada kategori produk premium bahwa semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja secara online ke e-commerce lokal untuk produk-produk premium, dengan preferensi mencapai 45 persen di 2018, naik 6 poin dibanding 2016.

Konsumen di India, Turki dan Indonesia (masing-masing 72 persen, 66 persen dan 58 persen) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal untuk produk-produk premium menurut laporan tersebut.

Laporan itu juga mencatat hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24 persen, naik 5 poin dibanding 2016).

Toko-toko fisik terus menghasilkan penjualan dari tiga dari lima konsumen (60 persen) di dalam negeri. Sementara itu, 15 persen konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium, dengan alasan paling umum adalah karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Konsumen di Hong Kong (38 persen), Kroasia (36 persen) dan Serbia (36 persen) adalah yang paling cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium.

Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah kualitas yang unggul, kinerja, desain, pengalaman dan merek.

Khususnya, sekitar dua dari lima konsumen bersedia membayar lebih untuk produk dari bahan organik dan sepenuhnya alami. Serupa dengan hal tersebut, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan dan produk-produk memiliki tanggung jawab sosial.

Menurut laporan Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium termasuk elektronik pribadi (42%), pakaian (40%), kosmetik (31%) dan protein seperti susu dan daging (30% dan 29%).

Konsumen menilai rekomendasi teman sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam uji coba mereka terhadap produk-produk premium baru.

Hampir setengah dari konsumen (46%), mengatakan, rekomendasi dan dorongan teman dan keluarga mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru, diikuti riset tentang produk (36%), iklan online (32%), iklan televisi (31%) dan iklan dalam toko (25%). [tar]

#Nielsen #KonsumenIndonesia #ECommerce
BERITA TERKAIT
PLN Siap Dukung Balapan Mobil Listrik di Jakarta
PLN Bentuk Road Map K3 Zero Accident di 2023
(Dampingi Kunker DPR) Kementan Dorong Serap Gabah Panen Gadu
PLB Jadi Andalan Industri Tekstil & Produk Tekstil
(Resmikan Kantor Baru) Bea Cukai Ketapang Musnahkan Rokok & Miras Ilegal
12.675 Koperasi Sah Berbadan Hukum Lewat Online
Bea Cukai dan BNNP Maluku Bersinergi Cegah Narkoba

kembali ke atas