MOZAIK

Minggu, 21 April 2019 | 12:00 WIB

Wafatnya Abu Thalib, Ujian Berat bagi Rasulullah

Wafatnya Abu Thalib, Ujian Berat bagi Rasulullah
(Foto: ilustrasi)

PERISTIWA wafatnya Abu Thalib ini memberikan pesan yang dalam pada kita bahwa segala perkara itu di tangan Allah. Dia mengetahui yang tidak kita ketahui. Dia mengetahui mata-mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di sanubari. Dia tahu, mana orang yang layak mendapat hidayah.

Seseorang itu tak hanya dipandang zahirnya, tapi batinnya jauh lebih penting. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada fisik kalian, tidak juga pada tampilan kalian. Akan tetapi ia melihat kepada hati kalian. Nabi menunjukkan tangannya ke dada. Orang-orang kafir Quraisy tidak menaruh iba untuk menghormati wafatnya pembesar bani Hasyim ini. Bahkan mereka bergembira dan menampakkan suka cita. Mereka berkumpul mengunakan kesempatan untuk semakin menyakiti Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Dalam benak mereka, sekarang Muhammad tanpa perlindungan.

Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha mengatakan, Orang-orang Quraisy senantiasa takut dan lemah hingga wafatnya Abu Thalib. (HR. Hakim dalam Mustadrak 4243). Mereka berusaha menumpuk-numpuk derita Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Wafatnya Abu Thalib adalah ujian berat yang dihadapi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di tahun ke-10 kenabian beliau. Di tahun ini, Nabi mengalami banyak musibah berat. Di awal tahun, orang-orang Quraisy memboikot bani Hasyim. Pemboikotan dimulai dari tahun ke-7 kenabian hingga ke-10. Hingga bani Hasyim tidak memiliki sesuatu untuk dimakan. Baru saja bebas dari pemboikotan, paman beliau wafat. Yang berat adalah, sang paman wafat dalam kekufuran. Tiga hari kemudian, istri beliau, Khadijah, wafat. Ujian terus berdatangan. Beliau semakin ditekan. Dan berturut-turut ujian lainnya. Termasuk ditolak berdakwah di Thaif. Karena itu, wajar tahun ini disebut tahun kesedihan.

Sumber:
- Rizqullah, Mahdi. 2012. as-Sirah an-Nabawiyah fi Dhaui al-Mashadir al-Ashliyah. Terj.Sirah Nabawiyah. Jakarta: Perisai Quran.
- islamstroy.com
- KisahMuslim.com

BERITA TERKAIT
Penyakit 'Aku Capek Hidup' Mulai Menggejala
Contoh Orang tak Pernah Maksiat
Bangsa Ini Sedang Terserang Virus Apa?
Subhanallah, Fakir Miskin Bisa Bangun Masjid Megah
Syair Mustofa Bisri tentang Guru
Mengenal Rasulullah tapi Mendustainya!
Penyimpangan Yahudi: Sembah Anak Allah dan Sapi

kembali ke atas