EKONOMI

Jumat, 19 April 2019 | 13:30 WIB

Indef: "Pemilu 2019, Makro Ekonomi Stabil Tuh"

Indef: "Pemilu 2019, Makro Ekonomi Stabil Tuh"
Peneliti Indef Bhima Yudhistira

INILAHCOM, Jakarta - Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai stabilitas makro ekonomi tetap terjaga sepanjang Pemilu 2019. Alhamdulillah.

Masa pemilu kali ini semua stabilitas makro ekonomi relatif terjaga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang menang pasangan 01 atau 02, pasar sudah mengantisipasi jauh-jauh hari, kata peneliti Indef Bhima Yudhistira di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Dia menjelaskan, siapapun yang menang dalam Pemilu 2019, pelaku pasar lebih berfokus pada stabilitas keamanan dan saat ini masih terbilang kondusif.

Di beberapa tempat cukup kondusif, yang kita beritakan cukup rawan sejauh ini berjalan cukup lancar, mungkin ada beberapa TPS yang surat suara belum sampai atau habis, menurut saya itu minor tidak berdampak signifikan, katanya.[tar]

Kondisi tersebut, menurut dia, yang menyebabkan kepercayaan pelaku pasar cukup bagus, salah satunya tren IHSG positif naik, meskipun investor asing cenderung menahan beli bersih (net buy) selama pemilu, namun itupun dinilai tidak berlangsung lama.

Bhima menuturkan kepercayaan asing juga didorong Indonesia masih menjadi pasar yang prospektif dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata lima persen di tengah guncangan perekonomian global.

Sementara itu, dari sisi nilai tukar rupiah, memang masih tertekan karena ekspor secara tahunan (year on year) 2019 turun 10,01 persen dibandingkan Maret 2018. Laporan neraca perdagangan surplus, tapi surplusnya semu karena ekspor secara year on year bisa berpengaruh terhadap valas di luar, tapi arus modal masuk yang saya kira masih cukup positif, katanya.

Bhima menambahkan pergerakan nilai tukar rupiah tidak akan anjlok, yakni diprediksi anteng di rentang Rp14.000 hingga Rp14.100 per US$. Selama stabilitas keamanan terjaga, aktivitas pasar saham terutama investor asing akan tetap bergerak positif.[tar]

#Indef #MakroEkonomi
BERITA TERKAIT
(Izin Investasi Masih Rumit) Era Jokowi Belum Berhasil Efisienkan Birokrasi
Daya Saing Industri Kosmetik Rendah, Pak Airlangga
Jabar Gerus Kemiskinan dengan Dana Zakat Rp26T
Risiko Terburuk Proyek YY Bak Film Deep Horizon
Karena (Mungkin) Orang Tidak Suka Pajak
Heboh Gelembung Gas, PHE Setop Proyek YY Blok ONWJ
Masuk Radar Menteri ESDM, Kader PPP Bilang Siap

kembali ke atas