EKONOMI

Sabtu, 20 April 2019 | 02:09 WIB

KLHK Terus Pantau Titik Panas di Kutai

Indra Hendriana
KLHK Terus Pantau Titik Panas di Kutai
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Mangga Agni pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pastikan titik panas yang terpantau aman dari kebakaran hutan dan lahan (kathutla) dengan melakukan groundcheck.

Groundcheck atau pengecekan lapangan dilakukan pada areal yang terpantau titik panas atau hotspot berdasarkan satelit, baik Satelit MODIS atau pun NOAA.

Adapun titik panas terpantau di Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Dari hasil groundcheck, tidak ditemukan karhutla, namun ada areal bekas terbakar yang sudah padam .

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa, Manggala Agni secara rutin setiap hari melakukan pemantauan cuaca dan pemantauan hotspot. Setiap hotspot yang terpantau akan dilakukan groundcheck untuk memastikan apakah hotspot yang terpantau merupakan kebakaran hutan dan lahan atau tidak.

Hotspot atau titik panas yang tertangkap satelit tidak selalu merupakan kebakaran hutan dan lahan. Satelit menangkap titik panas dari bumi jika suhunya relatif tinggi dibandingkan dengan wilayah sekitarnya. Untuk memastikan panas yang tertangkap satelit tersebut merupakan karhutla atau bukan, dilakukan groundcheck, kata Raffles dalam keterangan resmi, Jumat (19/4/2019).

Sementara itu, Manggala Agni Daops Palangkaraya, melakukan pemadaman pada karhutla yang terjadi di Jalan Mahir Mahar km 4 Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Keberadaan sumber air yang dekat, mendukung pemadaman kebakaran yang terjadi pada lahan gambut, dan karhutla ini pun berhasil dipadamkan.

Pemadaman juga dilakukan oleh Manggala Agni Daops Sibolangit di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Sebanyak 30 personil Manggala Agni Daops Sibolangit diterjunkan ke Aceh Selatan untuk melakukan pemadaman karhutla yang terjadi pada lahan gambut seluas 9 hektar.

Sementara itu, perbandingan total Jumlah hotspot tahun 2018 dan 2019, periode 1 Januari 18 April 2019 berdasarkan Satelit NOAA terdapat 376 titik, pada periode yang sama tahun 2018 jumlah hotspot sebanyak 443 titik, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 67 titik (15,12 %). [ipe]

#LHK #ManggalaAgni
BERITA TERKAIT
Komisi IV DPR RI Apresiasi Raihan WTP KLHK 2018
Bebersih Ciliwung Ala Menteri Siti Tembus MURI
KLHK Bangun IPAL & Pengolahan Air Wudhu Istiqlal
Indonesia Golkan Posisi Strategis Isu LCIP di BCCC
Indonesia Tambah Dua Cagar Biosfer Baru
Sidarling, dari Denpasar untuk Indonesia Bersih
Kerja Sama Kehutanan RI-Korea Perlu Ajak Milenial

kembali ke atas