EKONOMI

Sabtu, 20 April 2019 | 03:09 WIB

KKP Dukung Pengembangan Ekonomi Sirkular

KKP Dukung Pengembangan Ekonomi Sirkular
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kini, perkara sampah menjadi isu serius yang harus dihadapi dunia, termasuk Indonesia. Karena turut mengancam ekosistem di laut.

World Economic Forum pada 2016 menyatakan, terdapat lebih dari 150 juta ton plastik di samudra. Dan, sebanyak 8 juta ton sampah plastik mengalir ke laut setiap tahun. Jelaslah kondisi ini membahayakan lebih dari 800 spesies.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk dapat mengurangi sampah plastik di laut sebanyak 70% hingga 2025. Sebagai bentuk upaya mencapai visi tersebut sekaligus mengekplorasi implementasi ekonomi sirkular Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kunjungan ke Recyling Business Unit yang dikembangkan Danone-Aqua serta PT Namasindo Plas yang memproduksi PET daur ulang di Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyelaraskan perspektif antara para pemangku kepentingan dalam memahami isu pengelolaan sampah plastik dan pentingnya kolaborasi lintas sektoral.

Kasubdit Restorasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sapta Putra Ginting mengapresiasi pengembangan sistem ekonomi sirkular yang telah dilakukan. Pada dasarnya, pemerintah tidaklah memusuhi plastik, kami mengendalikan timbulnya sampah plastik.

"Dengan implementasi ekonomi sirkular yang dilakukan industri semacam ini sampah dapat terjaga untuk tidak terbuang ke lingkungan dan hal ini harus diiringi dengan dukungan masyarakat untuk menggunakan plastik secara bijak dan tidak membuang sampah sembarangan," kata Sapta dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Namasindo Plas, Yanto Widodo, mengatakan, untuk meningkatkan implementasi ekonomi sirkular sekaligus mengembangkan industri daur ulang pengelolaan sampah plastik, diperlukan edukasi kepada konsumen, masyarakat, produsen dan pemangku kepentingan.

Hal ini, kata dia, untuk meningkatkan kesadaran bahwa teknologi daur ulang sudah sangat berkembang dan sesungguhnya sampah plastik dapat digunakan kembali menjadi sumber daya untuk membuat botol baru ataupun produk lain.

"Semakin banyak konsumen memanfaatkannya maka usaha daur ulang juga akan meningkat. Selain edukasi, berbagai regulasi juga harus didorong untuk memanfaatkan produk daur ulang plastik sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan," kata dia.

Model ekonomi sirkular merupakan penerapan teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas pemakaian sumber daya. Ekonomi sirkular menjadi alternatif ekonomi linier tradisional (membuat, menggunakan, membuang) dengan menyimpan sumber daya yang digunakan selama mungkin, mengekstrak sumber daya tersebut, kemudian memulihkan dan meregenerasinya.

Melalui prinsip daur ulang dan penerapan ekonomi sirkular, sampah plastik dapat menjadi barang baru bernilai ekonomi dan dapat dimanfaat kembali sebagai sumber daya dan bahan baku. [tar]

#MenteriSusi #KKP #SampahPlastik
BERITA TERKAIT
Bukan Persulit Izin Kapal, KKP Hanya Lakukan Ini
KKP Dorong Produksi Garam Berkualitas dari Petani
Pelni Tak Akan Jual Lagi Tiket Non-Seat
ESDM Gandeng Univesitas Jepang Kembangkan PLT OTEC
(Dugaan Monopoli OVO) BPKN: Regulator Harus Turun Tangan
Pintu Tol di OKI Akan Ditambah
Enam Hari di Eropa, Kamil Jajaki Investasi Sampah

kembali ke atas