NASIONAL

Sabtu, 20 April 2019 | 06:00 WIB

Tuduhan Curang Sudah Ada Sejak Pemilu Era SBY

Ray Muhammad
Tuduhan Curang Sudah Ada Sejak Pemilu Era SBY
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief angkat bicara soal sikap saling klaim kemenangan antara pasangan capres dan cawapres nomor 01 dan 02, Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pasca pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Andi Arief melalui kicauan di akun Twitter pribadinya, Jumat (19/4/2019). Dalam cuitannya, ia menilai klaim kemenangan dan tuduhan kecurangan bukan kali pertama terjadi di pemilu tanah air.

"Klaim dan tuduhan curang itu biasa dalam setiap pemilu. Ada mekanisme penyelesaiannya. Tahun 2009 Megawati-Prabowo juga protes pada quick count yang menyatakan SBY-Boediono menang. Bahkan menuduh kecurangan di 25 propinsi gitu @budimandjatmiko," cuitnya sambil menyebut akun politikus PDIP Budiman Sudjatmiko.

Menurutnya, memanasnya sikap saling klaim kemenangan dan tuduhan kecurangan yang terjadi saat ini karena adanya perbedaan sikap para pendukung pasangan calonnya.

"Apa beda protes kecurangan pemilu 2009 dan Pemilu sekarang? SBY-Boediono tenang. Pendukungnya tenang. TNI dan Polri tidak menampakkan ketakutan pada protes kecurangan. Karena memang gak melakukan kecurangan," ungkapnya.

#Pilpres2019 #PrabowoSubianto #SandiagaUno
BERITA TERKAIT
Soal Papua, Sandi Telepon Wagub Papua Barat
Sandi Unggah Foto Jadul Waktu Jadi Foto Model
Prabowo Imbau Kader Jalan dalam Satu Komando
Prabowo: Kita Harus Hormati Kemerdekaan Kita
Fadli Zon Setuju Pimpinan MPR Ditambah Jadi 10
Usai Shalat Ied, Sandi Sambangi Rumah Rachmawati
Intip Menu Berbuka Puasa Sandi Dan Keluarga

kembali ke atas