PASAR MODAL

Senin, 22 April 2019 | 15:09 WIB

Bursa Saham Asia Berakhir Variatif

Wahid Ma'ruf
Bursa Saham Asia Berakhir Variatif
(Istimewa)

INILAHCOM, Tokyo - Investor bursa saham Asia melihat ke depan untuk data ekonomi AS dan Jepang sehingga membawa indeks bergerak variatif pada akhir perdagangan Senin (21/4/2019).

Benchmark di bursa Tokyo dan bursa Seoul menguat, sementara bursa di Shanghai mundur. Hong Kong dan Sydney tutup untuk liburan.

Di Wall Street, patokan indeks Standard & Poor's 500 mengakhiri pekan perdagangan yang lebih pendek pada hari Kamis, mengakhiri kenaikan tiga keuntungan mingguan.

Investor melihat ke depan untuk produk domestik bruto triwulanan AS yang akan keluar Jumat. Amerika Serikat melaporkan penjualan rumah baru Selasa sementara Jepang mengumumkan output pabrik pada hari Jumat.

"Ekspektasi luas adalah untuk indeks AS untuk menggiling lebih tinggi," kata Jingyi Pan dari IG Markets dalam sebuah laporan seperti mengutip marketwatch.com.

"Namun, dengan harga mendekati tertinggi sepanjang masa, beberapa rasa hati-hati mungkin terikat untuk ditetapkan," kata Pan. "Penghasilan dan pembacaan pertama PDB Q1 AS pada akhir minggu akan menjadi kunci bagi pasar."

Indeks Nikkei 225 NIK di Tokyo, + 0,08% selesai datar, di samping Kospi SEU Seoul, + 0,02%. Shanghai Composite Index SEU, + 0,02% turun 1,7%. Benchmark di Taiwan Y9999, + 0,18% dan STI Singapura, + 0,10% naik.

Di antara saham individu, Yahoo Jepang 4689, + 2,55% menguat di perdagangan Tokyo, sementara pembuat robot Fanuc 6954, -1,41% menurun. LG Electronics 066570, -0,54% dan SK Hynix 000660, -1,59% tergelincir dalam perdagangan Korea.

Pada hari Kamis, S&P 500 SPX, + 0,16% naik 0,2% menjadi 2.905,03 sebelum ditutup untuk Jumat Agung. The Dow Jones Industrial Average DJIA, + 0,42% naik 0,4% menjadi 26,559,54. Nasdaq composite COMP, + 0,02% ditambahkan kurang dari 0,1% menjadi 7.998,06.

Minyak mentah patokan AS CLK9, + 2,58% melonjak US$1,65, atau 2,6%, menjadi US$65,65 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik pada laporan bahwa AS akan mengakhiri keringanan sanksi bagi negara-negara yang membeli minyak Iran.

Kontrak naik US$1,20 pada hari Jumat menjadi ditutup pada US$64,07. Minyak mentah Brent LCOM9, + 2,83%, digunakan untuk harga minyak internasional, melonjak $ 2, atau 2,8%, menjadi US$74,01 per barel di London. Itu naik 35 sen pada sesi sebelumnya menjadi US$71,97.

Dolar USDJPY, + 0,00% naik menjadi 111,90 yen dari 111,91 yen pada Jumat.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Investor Wall Street Cemas Perang Tarif Kian Lama
IHSG Kian Positif Usai Hasil Pemilu
Inilah Titik Lemah AS di Mata China
AS Nilai Jepang Nikmati Keuntungan Dagang dari AS
Bagaimana Siapkan Bekal Pensiun?
Ini Alasan Bursa AS Libur Hari Senin (27/5/2019)
May Turun, Sterling Naik

kembali ke atas