PASAR MODAL

Selasa, 23 April 2019 | 17:01 WIB

Inilah Pemicu Bursa Asia Berakhir Variatif

Wahid Ma'ruf
Inilah Pemicu Bursa Asia Berakhir Variatif
(Istimewa)

INILAHCOM, Tokyo - Investor bursa Asia bergulat dengan lonjakan harga minyak baru-baru ini setelah AS mengumumkan bahwa sanksi keringanannya terhadap minyak Iran akan berakhir pada awal Mei. Jadi indeks saham di Asia bervariasi pada hari Selasa (23/4/2019).

Nikkei 225 di Jepang pulih dari penurunan sebelumnya menjadi ditutup 0,19% lebih tinggi pada 22.259,74 karena saham indeks kelas berat Softbank Group naik 0,31%. Indeks Topix juga menyelesaikan hari perdagangannya naik 0,27% di 1,622,97.

Indeks Kospi di bursa Korea Selatan menambahkan 0,17% menjadi berakhir pada 2.220,51, dengan industri kelas berat Samsung Electronics tergelincir 0,33% setelah perusahaan mengatakan akan menunda peluncuran smartphone yang dapat dilipat seperti mengutip cnbc.com.

Saham China Daratan mengalami penurunan berturut-turut pada hari kedua, dengan komposit Shanghai tergelincir 0,51% menjadi sekitar 3.198,59. Untuk komponen Shenzhen turun sekitar 0,97% menjadi sekitar 10.124,66. Komposit Shenzhen juga turun 1,316% menjadi sekitar 1.728,86.

Saham-saham di daratan juga turun di sesi Senin setelah laporan South China Morning Post bahwa Beijing bisa fokus kembali pada reformasi struktural daripada menawarkan langkah-langkah stimulus. Ini setelah mengklaim pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal pertama.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong turun sekitar 0,2%, pada jam terakhir perdagangan pada hari Selasa, dengan saham China Construction Bank yang terdaftar di Hong Kong turun lebih dari 0,8%.

Indeks ASX 200 di bursa Australia, yang ditutup pada hari Senin untuk liburan, naik 0,95% pada hari itu menjadi 6.319,40 karena hampir semua sektor naik. Subindex energi naik 2,54% karena saham perusahaan minyak naik di tengah lonjakan harga minyak mentah baru-baru ini. Santos naik 3,05%, Woodside Petroleum naik 2,55% dan Beach Energy melonjak 4,21%.

Keuntungan serupa terlihat di tempat lain di seluruh wilayah di sektor minyak, dengan Inpex Jepang naik 2,78% dan Fuji Oil menambahkan 1,15%, sementara SK Innovation Korea Selatan naik 1,84%.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Inilah Gaya Baru Menikmati Black Friday
Investor Wall Street Cemas Perang Tarif Kian Lama
IHSG Kian Positif Usai Hasil Pemilu
Inilah Titik Lemah AS di Mata China
AS Nilai Jepang Nikmati Keuntungan Dagang dari AS
Bagaimana Siapkan Bekal Pensiun?
Ini Alasan Bursa AS Libur Hari Senin (27/5/2019)

kembali ke atas