PASAR MODAL

Senin, 06 Mei 2019 | 07:01 WIB

Laba PT Ultrajaya Naik Jadi Rp304,4 Miliar

Wahid Ma'ruf
Laba PT Ultrajaya Naik Jadi Rp304,4 Miliar

INILAHCOM, Jakarta - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat kenaikan laba bersih menjadi Rp304,42 miliar per 31 Maret 2019 dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp171,89 miliar.

Untuk pencapaian penjualan menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,3 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan menjadi Rp927,23 miliar dari Rp827,24 miliar. Laba bruto menjadi Rp501,16 miliar dari Rp475,89 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Sedangkan beban penjualan menjadi Rp142,07 miliar dari Rp168,99 miliar. Beban administrasi menjadi Rp44,7 miliar dari Rp42,7 miliar. Rugi kurs menjadi Rp14,6 miliar dari Rp2,3 miliar. Rugi penjualan aset tetap menjadi Rp1,1 miliar dari Rp2,6 miliar.

Laba nilai hewan ternak jadi Rp8,2 miliar dari Rp1,9 miliar. Laba lain-lain menjadi Rp61,7 miliar dari rugi lain-lain sebesar Rp38,2 miliar. Jadi total beban usaha menjadi Rp132,58 miliar dari Rp253,06 miliar. Untuk itu laba usaha menjadi Rp368,57 miliar dari Rp222,8 miliar.

Pendapatan keuangan menjadi Rp21,8 miliar dari Rp9,3 miliar. Beban keuangan menjadi Rp1 miliar dari Rp75 juta. Jadi total pendapatan keuangan menjadi Rp23,4 miliar dari Rp12,5 miliar.

Untuk itu laba sebelum pajak menjadi Rp392,009 miliar dari Rp235,37 miliar. Sedangkan beban pajak menjadi Rp87,58 miliar dari Rp63,48 miliar. Jadi laba bersih menjadi Rp304,42 miliar dari Rp171,89 miliar.

Total aset perseroan menjadi Rp5,8 triliun dari Rp5,5 triliun. Sementara total liabilitas menjadi Rp775,47 miliar dari Rp780,91 miliar. Sedangkan total ekuitas menjadi Rp5,07 triliun dari Rp4,7 triliun.

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) didirikan tanggal 2 Nopember 1971 dan mulai beroperasi secara komersial pada awal tahun 1974.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, antara lain: PT Prawirawidjaja Prakarsa (21,40%), Tuan Sabana Prawirawidjaja (14,66%), PT Indolife Pensiontana (8,02%), PT AJ Central Asia Raya (7,68%) dan UBS AG Singapore Non-Treaty Omnibus Acco (Kustodian) (7,42%). Untuk saham publik sebesar 29,4%.

Ruang lingkup kegiatan bisnis Ultrajaya bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman, dan bidang perdagangan. Di bidang minuman Ultrajaya memproduksi rupa-rupa jenis minuman seperti susu cair, sari buah, teh, minuman tradisional dan minuman kesehatan, yang diolah dengan teknologi UHT (Ultra High Temperature) dan dikemas dalam kemasan karton aseptik.

Di bidang makanan Ultrajaya memproduksi susu kental manis, susu bubuk, dan konsentrat buah-buahan tropis. Ultrajaya memasarkan hasil produksinya dengan cara penjualan langsung (direct selling), melalui pasar modern (modern trade). Penjualan langsung dilakukan ke toko-toko, P&D, kios-kios,dan pasar tradisional lain dengan menggunakan armada milik sendiri.

Penjualan tidak langsung dilakukan melalui agen/ distributor yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Perusahaan juga melakukan penjualan ekspor ke beberapa negara.

Merek utama dari produk-produk Ultrajaya, antara lain: susu cair (Ultra Milk, Ultra Mimi, Susu Sehat, Low Fat Hi Cal), teh (Teh Kotak dan Teh Bunga), minuman kesehatan dan lainnya (Sari Asam, Sari Kacang Ijo dan Coco Pandan Drink), susu bubuk (Morinaga, diproduksi untuk PT Sanghiang Perkasa yang merupakan anak usaha dari Kalbe Farma Tbk (KLBF)), susu kental manis (Cap Sapi) dan konsentrat buah-buahan (Ultra).

#ULTJ #UltajayaMilkIndustry #Kuartal12019
BERITA TERKAIT
Bursa Saham Asia Berakhir Variatif
IHSG Perkecil Pelemahan ke 6.239,24
PT Petrosea Jual Aset Senilai Rp54,5 Miliar
AS Lebih Rugi Bila Perang Dagang dengan Eropa
IHSG Sesi I Tergerus 0,5% ke 6.221,708
Trump Tegaskan Perang Dagang Seharusnya Sejak Lama
IHSG Tergelincir ke 6.246,28 di Awal Sesi

kembali ke atas