GAYA HIDUP

Selasa, 07 Mei 2019 | 05:55 WIB

Turki Belajar dari Indonesia Kembangkan Vaksin

Mia Umi Kartikawati
Turki Belajar dari Indonesia Kembangkan Vaksin
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Delegasi Kementerian Kesehatan Turki yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan Turki, Prof. Emine Alp Mese, melakukan kunjungan kerja ke Bandung dan Jakarta pada tanggal 1-3 Mei 2019.

Prof. Emine menyatakan tujuan kunjungan kerjanya ke Indonesia adalah untuk belajar dari Indonesia dalam upayanya memulai kemandirian produksi vaksin di negaranya.

Selain berkunjung ke PT. Biofarma pada Kamis, (02/05/2019) di Bandung, Delegasi Turki juga melakukan Pertemuan Bilateral dengan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt, M.Bio Med.

Pertemuan Bilateral secara khusus membahas Memorandum of Understanding (MoU) on Health Cooperation, yang merupakan bentuk komitmen yang lebih tinggi dari yang sebelumnya ditandatangani oleh Menteri Kesehatan kedua negara dalam bentuk Letter of Intent on Health Cooperation pada tahun 2017.

Kedua negara sepakat untuk melakukan kerja sama pada bidang Pelayanan Kesehatan; Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular; Kefarmasian, termasuk Vaksin, dan Alat Kesehatan; Pengembangan Kapasitas SDM Kesehatan; serta Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat.

Dirjen Engko menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama kesehatan dengan Turki dan berharap agar MoU dapat ditandatangani Menteri Kesehatan kedua negara disela-sela pertemuan Mejelis Kesehatan Dunia yang akan diselenggarakan bulan Mei 2019 di Jenewa, Swiss.

Setelah melakukan pembahasan MoU, kedua pihak juga berhasil menyusun dan membahas Rencana Kerja Bersama, Plan of Action yang didalamnya mengelaborasi beberapa aktifitas konkret yang akan dilakukan oleh kedua pihak sebagai bentuk implementasi MoU, diantaranya :

1. Kegiatan pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penggunaan obat yang bijak (khususnya dalam memerangi resistensi antibiotik), data uji klinis dan pharmacovigilance, dan pelaksanaan uji klinis alat kesehatan.

2. Kerja sama riset, pengembangan, dan produksi vaksin.

3. Pelaksanaan latihan bersama dalam rangka pengembangan kapasitas Emergency Medical Team (EMT).

4. Pelaksanaan kegiatan bersama untuk mempromosikan pengobatan tradisional dan komplementer dari kedua negara.

PT. Biofarma, yang saat ini dipercaya sebagai sebagai Centre of Excellence for Vaccine Development Organisasi Kerjasama Islam (OKI), siap mengambil bagian dalam mendukung kerja sama bidang kesehatan dengan Turki, diantaranya melalui kerja sama alih pengetahuan melalui pemberian pelatihan, kegiatan penelitian gabungan, maupun melalui kegiatan kerja sama pengembangan kapasitas lainnya.

"Saya senang jika juga dapat mengambil manfaat dari kerja sama yang dibangun oleh Indonesia dengan Turki dalam Bidang Kesehatan," tutur Adriansjah Azhari, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Biofarma.(tka)

#turki #belajar #indonesia #kembangkan #vaksin
BERITA TERKAIT
Uniqlo Hadir di MOI
Jepang Masih jadi Incaran Wisatawan
Ken Rio, Anak Muda Ambil Peran di Dunia Fesyen
Ini Cara Tingkatkan Literasi pada Anak
Boost Klaim Merevolusi Sepatu Lari Juga Gaya Hidup
Konsumsi Protein Hewani Bisa Cegah Anak Stunting
(Gaya Hidup Sehat) Olahraga Ditemani Musik yang Nyaman di Telinga

kembali ke atas