NASIONAL

Selasa, 07 Mei 2019 | 21:21 WIB

Sandi Sebut Pengkaji Ucapan Tokoh Bukan Prioritas

Fadli Zikri
Sandi Sebut Pengkaji Ucapan Tokoh Bukan Prioritas
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 angkat bicara mengenai wacana pemerintah yang ingin membuat Tim Hukum Nasional Pengkaji Ucapan Tokoh.

Menurut dia, yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah adalah rakyat.

"Saya juga sudah sampaikan bahwa bentukan badan-badan seperti itu ya sangat tidak menjadi prioritas. Yang menjadi prioritas yang seperti ini, lapangan kerja yang harus diciptakan. Itu yang harus jadi prioritas pemerintah," kata Sandi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019).

Sandi pun menyatakan, bahwa dirinya tidak mau membuat polemik baru terkait isu tersebut. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tidak ingin pernyataanya tersebut dinilai untuk mengkritisi.

"Saya mulai dengan disclaimer. Pernyataan saya ini dalam bingkai NKRI, Pancasila, UUD 45 dan ditujukan untuk persatuan. Tidak ada keinginan memecah-belah, hanya mengungkapkan fakta di lapangan. Jangan sampai nanti diarahkan ke intepretasi bahwa saya menginginkan hal-hal di luar norma berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Sandi kembali menegaskan seharusnya pemerintah lebih memperhatikan rakyat, terutama dalam bulan Ramadhan ini. "Untuk itu, pemerintah harus fokus menjaga stabilitas harga. Jaga penciptaan lapangan kerja," tandas Sandi.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto mengatakan pemerintah akan membentuk Tim Hukum Nasional untuk mengkaji ucapan, pemikiran, dan tindakan tokoh yang melanggar hukum. [ton]

#Wiranto
BERITA TERKAIT
Korban Banjir Konawe Butuhkan MCK
Kivlan Ngaku Difitnah, Polri Siap Beberkan Bukti
Karena Kata Kampung, Hakim Arief-BW Debat Panas
370 Rumah di Konawe Terbawa Arus Banjir
Jokowi Ratas Persiapan Kunker ke KTT ASEAN & G20
Tim Hukum Prabowo Batal Hadirkan Saksi dari Aparat
MK Minta Setop Istilah DPT Manipulatif Palsu

kembali ke atas