EKONOMI

Rabu, 08 Mei 2019 | 08:09 WIB

Otomotif Sempat Redup, Tunas Grup Tetap Mengilap

Otomotif Sempat Redup, Tunas Grup Tetap Mengilap

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah lesunya industri otomotif, kinerja PT Tunas Ridean Tbk (Tunas Grup) di kuartal I-2019 bisa bertahan bagus. Pendapatannya naik 6% ketimbang periode sama di 2018.

Pada kuartal I 2019, pendapatam Tunas Grup tumbuh 6% menjadi Rp3,567 miliar ketimbang kuartal I-2018 sebesar Rp3,525 miliar.

Demikian dipaparkan Direktur Keuangan Tunas Grup, Kent Teo dalam public expose Tunas Grup di Mandarin Hotel, Jakarta, Selasa (7/5/2019). Dia menyebutkan, perolehan laba grup juga meningkat 14% pada kuartal I-2019, menjadi Rp160 miliar dari perolehan laba kuartal I-2018 sebesar Rp141 miliar. "Bisnis otomotif menyumbang 60% dari total laba kuartal I-2019, diikuti pembiayaan (MTF) menyumbang laba 31%, dan bisnis rental 9%," ungkap Kent dalam keterangan resmi.

Direktur Utama Tunas Grup, Rico Setiawan menjelaskan, untuk proyeksi penjualan dan laba sepanjang 2019, sangat tergantung pada situasi pasar. Di mana, pasar mobil di awal tahun memang agak tertekan. "Memang menjelang election (pemilu) penjualan mobil turun, tetapi jelang lebaran biasanya start growing. Kalau motor stabil karena di kuartal I 2019 kita masih growing," jelas Roco.

Dia mengutip data Gaikindo bahwa penjualan turun 13% di awal tahun. Namun, lanjutnya, Tunas Grup meyakini akan terjadi market recovery di semester kedua. "Hasilnya kami perkirakan sama seperti tahun lalu setelah proses recovery," jelas Rico di kesempatan yang sama.

Dia menguraikan, dari data Gaikindo, penjualan mobil baru nasional turun 13% pada kuartal I-2019 menjadi 254 ribu unit, dari 294 ribu unit di kuartal I-2018. Sementara dari data pemerintah dan AISI, penjualan motor baru nasional naik 15% pada kuartal I-2019 menjadi 1.681 ribu unit, dari 1.457 ribu unit di kuartal I-2018.

"Untuk Grup Tunas, penjualan mobil baru juga turun 7% pada kuartal pertama tahun 2019 dikarenakan intensitas persaingan. 13.749 unit menjadi 12.844 unit," paparnya.

Penurunan penjualan dialami oleh Tunas Toyota turun 2% selama kuartal pertama tahun 2019 dibandingkan dengan penurunan penjualan Toyota nasional, yakni dari 7.837 unit di periode yang sama 2018 menjadi 7.680 unit di kuartal 1 2019.

Penjualan Tunas Daihatsu juga turun 11% selama kuartal I-2019 dikarenakan tingkat persediaan yang lebih rendah, yakni dari 5.430 unit menjadi 4.821 unit. Penjualan Tunas BMW juga turun 38% selama kuartal I-2019, menjadi 206 unit dari 333 unit di awal 2018. Hal ini karena pangsa pasar yang terbatas dan harga yang kurang kompetitif dengan jenis yang lain.

"Berbeda dengan penjualan mobil yang melemah, penjualan sepeda motor melalui Tunas Honda justru naik 10% selama kuartal pertama tahun 2019 didukung oleh peningkatan pasokan. Yakni dari 51.732 ribu unit awal tahun lalu menjadi 56.846 ribu unit motor saat ini," ungkap Rico.

Selain itu, armada Tunas Rental ikut melemah sebagaimana penjualan mobil. Penurunan armada per Maret 2019 disebabkan oleh berakhirnya kontrak jangka panjang dengan beberapa pelanggan korporasi dari 8.534 unit menjadi 8.224 unit, turun sebanyak 5%.

Namun dari bisnis pembiayaan melalui MTF, pelepasan kredit baru terus meningkat mencapai 6% selama kuartal I-2019 meskipun pasar otomotif menurun. Rp.6,599 miliar menjadi Rp6,963 miliar.

"Komitmen Tunas Grup tetap berinvestasi demi menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat. Capex 2019 kita anggarkan Rp729 miliar dengan rincian Rp489 miliar untuk rental, dan Rp240 miliar untuk otomotif," tutup Rico. [tar]

#Industri #Otomotif #TunasGrup
BERITA TERKAIT
Kabupaten Kolaka Segera Milki Smenter Feronikel
Kemenhub akan Masif Kembangkan Kereta Api dan Bus
Temuan BPK Soal OJK Boros, DPR Panggil Wimboh Cs
Kemendes PDTT Ajak Malaysia Kerja Sama e-Commerce
Gagal Bayar Jiwasraya, DPR Sebut OJK Kecolongan
Pastikan Pasokan, Pertamina Sambangi Depot LPG
Kalbar Paling Banyak Terima Izin Hutan Sosial

kembali ke atas