NASIONAL

Rabu, 08 Mei 2019 | 16:48 WIB

Diperiksa KPK, Menag Akui Nyaman Tak Ada Kendala

Happy Karundeng
Diperiksa KPK, Menag Akui Nyaman Tak Ada Kendala
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akhirnya selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/5/2019). Kepada media, Lukman mengaku bersyukur bisa memenuhi panggilan KPK.

"Ya jadi pertama tentu saya bersyukur bahwa saya hari ini bisa memenuhi kewajiban Konstitusional saya selaku warga negara yang tentu harus kooperatif dengan lembaga penegak hukum ketika dimintai keterangan sebagai saksi terkait dengan perkara yang sedang ditangani maka tentu kita wajib untuk memenuhi nya dan Alhamdulillah saya bersyukur hari ini saya bisa memenuhi kewajiban konstitusional saya," katanya.

Ia bahkan sempat memuji KPK yang menyebut kerja penyidik KPK sangat profesional. Ia merasa nyaman diperiksa dan semua berjalan dengan lancar.

"Kedua saya juga merasa bersyukur bahwa pemberian keterangan di hadapan penyidik KPK bisa berlangsung dengan sangat lancar. Mereka sangat profesional menjalankan fungsi dan tugasnya dan saya merasa nyaman dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mereka. Jadi saya merasa bersyukur semua prosesnya berlangsung dengan lancar dan tidak ada kendala apapun," paparnya.

Sebelumnya, Lukman sempat tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK sebagai saksi pada Rabu, 24 April 2019 dengan alasan ada kegiatan pembinaan haji di Jawa Barat dan KPK menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

Tim penyidik KPK sendiri telah menggeledah ruang Lukman. Selain ruangan Menag, tim juga menggeledah ruang kerja Sekjen Kemenag, Nur Kholis, dan ruang kerja Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi.

Dari ruang kerja Menag, KPK menyita uang sebesar Rp180 juta dan 30 ribu Dollar Amerika Serikat serta dokumen. Sementara dari ruangan lainnya, KPK menyita sejumlah bukti tambahan penting berupa dokumen.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Romi sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan.

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Terungkap fakta baru adanya dugaan pemberian uang kepada Lukman Hakim. Dalam sidang praperadilan Romi, Lukman Hakim disebut menerima uang Rp10 juta dari Haris Hasanuddin saat melakukan unjungan kerja ke salah satu ponpes di Jawa Timur. [ton]

#Menag #LukmanHakimSaifuddin #KPK
BERITA TERKAIT
KPK Langsung Tahan 2 Tersangka OTT Yogya
KPK Resmi Tahan Jaksa Kejari Yogya Eka Safitra
Tersangka, KPK Minta Jaksa Satriawan Serahkan Diri
Jangan karena Kritikan Capim KPK dari Polri Gagal
Begini Operasi KPK Tangkap Tangan Jaksa di Jogja
Dirut & 2 Jaksa Jadi Tersangka Hasil OTT di Jogja
Kasus eKTP, KPK Periksa Dirjen Dukcapil Kemendagri

kembali ke atas