EKONOMI

Kamis, 09 Mei 2019 | 10:15 WIB

Dapat Limpahan Penumpang, Kertajati tak Sepi Lagi

Dapat Limpahan Penumpang, Kertajati tak Sepi Lagi

INILAHCOM, Majalengka - Bandara Internasional Kertajati (KJT) menyambut baik pemindahan rute penerbangan ke luar Jawa yang saat ini masih dilayani di Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung.

Pergeseran penerbangan itu untuk membagi peran dua bandara yang saat ini masih sama-sama beroperasi di satu provinsi yang sama. Alhasil, bandara anyar ini bakal tak kosong melompong alias sepi penumpang lagi.

Segala yang berkaitan dengan operasional ke bandarudaraan di Kertajati sudah dinyatakan siap. Moda transportasi sebagai penunjang optimalisasi penerbangan dari bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta (Soetta) juga beroperasi lagi jika penerbangan kembali dibuka dari Kertajati, Majalengka.

"Kita pertama-tama ingin mengapresiasi dan terima kasih kepada Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) yang sudah memiliki komitmen sejak awal untuk meramaikan Bandara Kertajati ini," kara Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih dalam keterangannya, Majalengka, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019).

Singgih mengakui, dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (7/5/2019), disepakati adanya pembagian peran sementara antara Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Kertajati. Rapat dihadiri pemangku kepentingan otoritas bandara, dan operator Bandara Kertajati PT Angkasa Pura II.

Diputuskan bahwa Bandara Husein Sastranegara beroperasi untuk rute di dalam Pulau Jawa dan Bandar Lampung. Adapun rute internasional, Husein tetap melayani ke Malaysia dan Singapura. Sedangkan rute jarak-jauh atau keluar Pulau Jawa dialihkan ke Bandara Kertajati. "Pelaksanaannya bisa sebelum lebaran atau setelah lebaran. Tapi maksimal itu 15 Juni 2019," terangnya.

Pertimbangan pengalihan rute jarak jauh juga berkaitan dengan lalu lintas udara di Kertajati yang masih terbilang lengang alias sepi. Berbanding terbalik dengan Husein Sastranegara yang sudah begitu padat melayani penerbangan setiap harinya. Keputusan akhirnya diambil agar Bandara Kertajati bisa optimal dari segi pelayanan penerbangan.

Singgih menambahkan, fasilitas Bandara Kertajati sudah sangat siap melayani penerbangan domestik maupun internasional. Panjang landasan sudah 3.000 meter x 60 meter, serta parking stand dapat menampung 22 pesawat, memantapkan bahwa bandara ini siap melayani penerbangan kapan saja.

Dari konektivitas Singgih juga tidak sanksi. Sambil menunggu rampungnya Tol Cileunyi-Sumedang- Dawuan (Cisumdawu) sebagai akses utama ke Bandara Kertajati, Tol Cipali tetap bisa diandalkan. Tol ini juga yang sejauh ini digunakan moda transportasi menuju Bandara Kertajati. "Bandung ke Kertajati via Tol Cipali itu cuma dua setengah jam menggunakan kendaraan pribadi atau umum," ucap Singgih. [ipe]

#MenhubBudi #BandaraKertajati #PemprovJabar
BERITA TERKAIT
Kementan: Ekspor Kakao Olahan Jabar Naik 17,6%
Bandar Udara Letung Anambas Resmi Beroperasi Besok
AP II Segera Kelola Bandara Radin Inten Lampung
Pemprov Jabar Teken Pengembangan Project Thrive
Budi Genjot Kapasitas Petikemas Priok 8 Juta TEUs
Menhub Janji Angkutan Massal Penuhi Ibukota Baru
PGN: Penerapan DMO Jangan Berhenti di Batubara

kembali ke atas