EKONOMI

Sabtu, 11 Mei 2019 | 14:09 WIB

Februari 2019, Pengangguran Jakarta Cetak Sejarah

Februari 2019, Pengangguran Jakarta Cetak Sejarah
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi DKI Jakarta, mengalami penurunan 0,21% secara tahunan (year on year/yoy) per Februari 2019. Cetak rekor terendah dalam sepuluh tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, pada Februari 2019 TPT mencapai 5,13%. Atau turun jika dibandingkan Februari 2018 sebesar 5,34%.

Jumlah pengangguran berkurang 10,53 ribu orang, semula 290,12 ribu orang pada Februari 2018, turun menjadi 279,59 ribu orang pada Februari 2019.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, angka ini menunjukkan tren pencapaian TPT terbaik selama sepuluh tahun terakhir. Hal ini disebabkan kinerja di sektor-sektor perekonomian meningkat.

Kami bisa menurunkan angka pengangguran hingga 10.530 orang. Ada target lima tahunan tapi tidak langsung ke tingkat pengangguran, tetapi ke pencapaian penyaluran tenaga kerjanya dengan target pencapaian tahun ini 21.000 orang," terangnya.

Sementara itu, masih berdasarkan data BPS jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2019 sebesar 5.167,92 ribu orang, atau mengalami peningkatan sebesar 28,85 ribu orang dari Februari 2018 yang hanya 5.139,08 ribu orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi DKI Jakarta berupaya menyelesaikan permasalahan pengangguran dengan cara memfasilitasi perluasan kerja dan kesempatan kerja. Pada tahun 2018 Disnakertrans Prov. DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya mengurangi jumlah pengangguran di Provinsi DKI Jakarta, yaitu:

a. Melaksanakan pelatihan para pencari kerja di tujuh Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) dengan jumlah peserta pelatihan 12.702 orang dari 23 kejuruan.

b. Mengoptimalkan peran serta Bursa Kerja Khusus di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan dan Universitas dalam rangka mendorong penempatan calon tenaga kerja yang baru lulus, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran friksional (pengangguran yang sifatnya sementara, terjadi karena adanya lulusan baru, dipecat atau orang yang berganti pekerjaan)

c. Mendorong peran serta Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS), Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), dan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Cacat dalam memfasilitasi penyediaan tenaga kerja dan penyaluran tenaga kerja untuk dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Pada tahun 2018, Disnakertrans Prov. DKI Jakarta yang awalanya menargetkan penempatan tenaga kerja sebanyak 21.000 orang yang terdiri dari pencari kerja baru dan pencari kerja yang sudah pernah berkerja, berhasil menempatkan sebanyak 24.042 orang untuk bekerja.

d. Menyelenggarakan Job Fair di lima Wilayah Kota Administrasi sebanyak 15 kali untuk dapat mengentaskan pengangguran friksional dan pengangguran musiman.

e. Membina dan melatih para pencari kerja untuk membangun wirausaha baru yang dilakukan oleh Disnakertrans di lima wilayah kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Disnakertrans sudah melatih sebanyak 1.037 wirausaha baru.

f. Melakukan pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan Antar Kerja Lokal, Antar Kerja Daerah. [ipe]

#BPS #Pengangguran #PemprovDKI
BERITA TERKAIT
BPS: Bulan April, Pulau Dewata Sepi Turis Asing
IMB Rumah Mewah di Lahan Reklamasi, DPRD Bingung
Mudik Gratis Pemprov DKI, Terima Kasih Pak Anies
Ini Kata Anies Usai Terima Perwakilan Mudik Gratis
Anies Berikan IMB 409 Rumah Mewah Lahan Reklamasi?
Inflasi Mei 2019 Tembus 0,68%, Bos BI Anggap Biasa
Inflasi Mei 2019 Terkendali, Harga Pangan Stabil

kembali ke atas