NASIONAL

Sabtu, 11 Mei 2019 | 19:08 WIB

Penyandang Tuna Netra Hafal Alquran Asal Mojokerto

Penyandang Tuna Netra Hafal Alquran Asal Mojokerto
(beritajatim)

INILAHCOM, Mojokerto - Dengan metode mendengarkan suara sang ibu melantunkan ayat-ayat suci Alquran sejak kecil, Isyroqi Nur Muhammad (18) mampu menghafal 30 juz kitab suci tersebut. Metode menghafal itu dilakukan karena Isyroqi merupakan penyandang tuna netra.

Anak kedua dari dua bersaudara pasangan suami istri (pasutri), almarhum Syaifudin Yahdi dan Mustafridah (44) ini menghabiskan waktu enam tahun untuk menghafal Alquran. Yakni, mulai usia 8 sampai 14 tahun. Kesriusan itu pula yang mengantarnya menjuarai lomba hafalan Alquran hingga tingkat Jatim.

Ditemui di sebuah gazebo Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah yang terletak di Dusun/Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pemuda yang akrab disapa Gus Roqi menuturkan kisahnya dalam menghafal 30 juz kitab suci Alquran.

"Saya menghafal Alquran mulai usai 8 sampai 14 tahun. Jadi butuh waktu selama 6 tahun untuk hafal 30 juz. Selama proses itu, saya belum hafal huruf-huruf hijaiyah sehingga tidak bisa membaca Alquran. Oleh sebab itu saya tidak menggunakan Alquran braille," ungkapnya, Sabtu (11/5/2019).

Sang ibu, Mustafridah (44), yang sejak semula menghendakinya menjadi penghafal Alquran (hafiz). Sang ibu yang juga hafal Alquran dengan telaten dan sabar melantunkan setiap ayat kitab suci umat Islam tersebut. Setiap ayat yang dilantunkan sang ibu itulah yang ditirukan Gus Roqi sampai benar-benar hafal dan fasih.

"Rata-rata, 15 hingga 30 menit setiap hari selama 6 tahun saya menghafal Alquran dengan cara mendengarkan suara ibu mengaji. Paling susah juz 15, pernah menghafal satu halaman mulai habis zuhur sampai jam 5 sore. Saat itu surat Al Kahfi, sulit memang menghafal surat ini," ujarnya.

Kondisi Gus Roqi ini sama dengan almarhum ayahnya, Syaifudin Yahdi, yang meninggal akibat liver pada Januari 2005. Karena keterbatasan fisiknya itu, dia tak pernah mengenyam pendidikan formal. Gus Roqi menuturkan, menghafal Alquran tidak sepenuhnya menjadi keinginannya.

"Kalau saya pribadi menghafal Alquran untuk Allah SWT dan untuk membanggakan orang tua sekaligus meneruskan perjuangan almarhum abah saya. Saat ini saya membantu mengajar Alquran di asrama Al Qurtubi dan As Syifaiyah PP Bidayatul Hidayah ini," pungkasnya. [beritajatim]

BERITA TERKAIT
BPN Tegaskan Gugatan Pilpres ke MK Demi Rakyat
(Sidang Kedua Sengketa Pilpres) Tim Hukum BPN Akan Ajukan Surat Perlindungan Saksi
Sandi Ajak TIDAR Ikut Suarakan Kebenaran
Pita Kejut di Cipali Tunggu Rekomendasi Polri
Pilot Laporkan 25 Balon Udara di Jalur Penerbangan
Capim KPK, Prasetyo Cari Jaksa Track Record Bagus
Polisi Dalami Kasus Dirut KBN

kembali ke atas