MOZAIK

Selasa, 14 Mei 2019 | 00:05 WIB

3 Hal Penting Saat di Tengah Badai Kehidupan (2)

KH Ahmad Imam Mawardi
3 Hal Penting Saat di Tengah Badai Kehidupan (2)
(Ilustrasi)

HAL terpenting kedua yang harus dilakukan saat berada dalam ketaknyamanan hidup adalah dengan terus mendorong diri mengapresiasi yang ada dalam kehidupan kita, di sekitar kita.

Mengungkapkan terimakasih (gratitude) akan menjadikan hati kita lebih lembut (soft) dan damai (peace). Berterimakasihlah pada alam, pada lingkungan, pada orang-orang terdekat dan semua orang yang ada dalam kehidupan kita. Lebih dari itu, jangan lupa untuk berterimakasih kepada Allah SWT.

Berterimakasih tentu saja tidak terbatas pada pelontaran kata-kata melainkan pada kesediaan hati menerima dan memperlakukan semuanya secara damai dan harmonis. Saya senang sekali untuk mengutip kalimat John F. Kennedy, mantan presiden USA itu: As we express our gratitude, we must never forget that the highest appreciation is not to utter words, but to live by them. Dengan kita mengapresiasi orang lain, sesungguhnya itu bermakna bahwa kebaikan dan kelebihan yang yang dimiliki oleh orang itu mengalir kepada kita pula, membahagiakan kita.

Menjadi orang baik itu penting. Namun, menjadi orang yang mengapresiasi kebaikan orang lain adalah juga sangat penting, bahkan ia menjadi indikator bahwa pelakunya adalah orang baik. Iri hati dan dengki atas kelebihan dan kebaikan orang lain hanyalah akan menambah sengsara. Ketidakmampuan kita menjadi sebaik dan sehebat orang lain janganlah diperparah dengan ketidakmampuan kita mengapresiasi.

Kegelisahan, kekecewaan, caci maki dan saling bully yang marak saat ini di keseharian dunia politik Indonesia, salah satunya, adalah disebabkan oleh kegagalan kita mengapresiasi orang lain dan berterimakasih atas apa yang telah disumbangkan bagi kehidupan. Kebanyakan kita terlalu sibuk mencari kekurangan dan kesalahan orang lain untuk dijadikan alasan menghina dan mencaci.

Sebagian ahli berkata: Gratitude is the quickest way to turn a negative mood into a positive one. (Berterimakasih adalah jalan tercepat untuk mengubah perasaan yang negatif menjadi positif). Para bijak berkesimpulan: Gratitude transforms common days into thanksgivings, turns routine jobs into joy, and changes ordinary opportunities into blessings. (Berterimakasih itu menjadikan hari-hari biasa menjadi hari penuh kesyukuran, menjadikan rutinitas menjadi penuh keceriaan, mengubah kesempatan biasa menjadi keberkahan)

Sangat benar apa yang dikatan oleh Imam Tajuddin As-Subki As-Syafii dalam kitabnya "Mu'idun NI'am wa Mubiidun Niqam" bahwa bersyukur adalah rahasia agung yang unik untuk mewujudkan hakikat bahagia. Berterimakasihlah, berterimakasihlah, berterimakasihlah. Dasari semua dengan berterimakasih kepada Allah. Salam, AIM. [Habis]

#AIM #PencerahHati #AhmadImamMawardi
BERITA TERKAIT
Indahnya Islam, Hal Kecil yang Berfaidah Besar
Generalist Vs Specialist: Mana Paling Dibutuhkan?
Menata Hati untuk Menjadi Manusia Penuh Ridho
Allah yang Tahu dan Kita Tidak Tahu
Akmos Theory: The Power of Action
Apakah Kita Sudah Masuk Golongan Tua?
Menuju Mulia Bahagia Hakiki

kembali ke atas