EKONOMI

Senin, 13 Mei 2019 | 08:09 WIB

Terlalu, Nelayan Filipina Bikin Rumpon di Laut RI

Terlalu, Nelayan Filipina Bikin Rumpon di Laut RI
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Kapal Pengawas Perikanan Hiu 15, menemukan empat alat bantu penangkapan ikan rumpon ilegal milik nelayan Filipina di Sulawesi Utara, Jumat (10/5/2019).

"Rumpon-rumpon tersebut dipasang tanpa izin di perairan Indonesia dan masuk sekitar tiga mil laut di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI)," kata Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Agus Suherman dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Menurut Agus, Kapal Pengawas Hiu 15 yang dinakhodai Capt Aldi Firmansyah membawa dan menyerahkan rumpon ilegal tersebut ke Pangkalan PSDKP Bitung. Hal tersebut, juga mempertimbangkan kondisi gelombang laut serta jarak yang paling dekat dari lokasi.

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon, setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR).

Rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut dan berguna untuk membuat ikan-ikan berkumpul di rumpon selanjutnya di tangkap kapal penangkap ikan.

"Nelayan Filipina disinyalir memasang banyak rumpon di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina untuk meningkatkan hasil tangkapan. Setidaknya selama 2019, sebanyak 33 unit rumpon milik nelayan Filipina ditertibkan oleh Kapal Pengawas Perikanan," tambah Agus.

Pemasangan rumpon oleh nelayan Filipina di perbatasan dapat merugikan nelayan Indonesia karena ikan-ikan akan berkumpul di area rumpon dan tidak masuk ke perairan Indonesia.

Untuk itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sejumlah kesempatan menekankan pentingnya penertiban rumpon-rumpon ilegal di perairan Indonesia, selain upaya pemberantasan kapal perikanan ilegal. [tar]

#MenteriSusi #KKP #RumponIlegal
BERITA TERKAIT
Agar Bea Logistik Murah, Begini Saran Menteri Susi
Ada AUTP, Petani Tak Perlu Takut Banjir & Kemarau
Anies Terbitkan IMB Pulau Reklamasi, Salahkan Ahok
Pertumbuhan Ekonomi 2020 Ditarget 5,5%, Ani Pede
Proyek Langit Biru Cilacap Membanggakan Pertamina
Sekda Jabar Buka Pelatihan Bencana DAS Citarum
Mentan Amran Banjir Apresiasi dalam Raker di DPR

kembali ke atas