EKONOMI

Selasa, 14 Mei 2019 | 05:09 WIB
(Dibikin Puyeng Tiket Mahal)

Darmin Bongkar Pasang Batas Atas Tarif Pesawat

Darmin Bongkar Pasang Batas Atas Tarif Pesawat
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat antara 12%-16%. Khusus rute-rute ramai di Pulau Jawa turunnya 12%. Penurunan lain terjadi di rute penerbangan lain seperti Jayapura.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Tarif Angkatan Udara di Jakarta, Senin (13/5/2018). "Hal ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memerhatikan pihak maskapai, tetapi juga konsumen sebagai masyarakat, ujar Darmin.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menjelaskan, pemerintah mencatat adanya kenaikan tarif pesawat penumpang udara dari maskapai penerbangan dalam negeri sejak akhir Desember 2018. Dan, tarif ini tidak kunjung turun setelah 10 Januari 2019.

Dampak dari kenaikan ini sangat dirasakan masyarakat, terutama menjelang Lebaran 2019 dan teridentifikasi merupakan isu yang berskala nasional.

Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri (Tarif Batas Atas) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No KM 72 Tahun 2019 tidak berubah secara signifikan sejak tahun 2014 dan merupakan salah satu penyebab tarif angkutan penumpang udara tidak kunjung turun.

Kondisi lain yang menyebabkan tingginya tarif pesawat dalam negeri adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat terbang (avtur). Pada akhir Desember 2018, harga avtur menyentuh 86,29 per barel dolar AS, tertinggi sejak Desember 2014. Hal ini berdampak pada peningkatan beban operasional perusahaan maskapai penerbangan sehingga perlu dikompensasi dengan peningkatan tarif pesawat.

Keputusan penurunan Tarif Batas Atas akan berlaku efektif sejak ditandatanganinya Peraturan Menteri Perhubungan dengan target tanggal 15 Mei 2019 dan akan dievaluasi secara kontinu berdasarkan regulasi yang berlaku untuk menjaga tarif angkutan penumpang udara bagi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dengan keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlangsungan usaha.

Darmin menegaskan, diperlukan sinergi antara kementerian/lembaga dan badan usaha terkait untuk terus mendukung evaluasi industri penerbangan nasional secara berkala sehingga potensi masalah atau isu dapat senantiasa diidentifikasi lebih awal. Dengan demikian, kondisi industri penerbangan, khususnya pada pelayanan penumpang udara, dapat berjalan dengan lebih baik dan stabil, ujarnya. [tar]

#MenkoDarmin #TiketPesawat #Pariwisata #Lebaran
BERITA TERKAIT
Abe Talks II Ulas Kontribusi Besar Pariwisata 2030
Macet Buat Pariwisata di Bandung Merugi
Tim Ekonomi Jokowi Jilid II Harus Bisa Cuci Piring
Pertumbuhan Ekonomi, Lapangan Banteng Optimis 5,1%
KUR Sektor Produksi Sulit, Darmin Angkat Tangan?
Road Map Biofuel Berbasis CPO akan Lebih Lengkap
Ini Dua Proyek Bandara Baru Dukung Wisata Jateng

kembali ke atas