EKONOMI

Rabu, 15 Mei 2019 | 09:09 WIB

Jokowi Ingin Berlari Mengejar Ekonomi Syariah

Jokowi Ingin Berlari Mengejar Ekonomi Syariah
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia harus ikut serta dalam kue besar ekonomi syariah dunia.

"Pada 2023, ekonomi syariah global akan mencapai 3 triliun dolar AS berapa itu kurang lebih Rp45 ribu triliun, saya tidak bisa membayangkan angka seperti itu, APBN yang kita kelola kurang lebih Rp2000 triliun lebih sedikit, ini sebuah kekuatan besar yang harus kita lihat dan harus kita pikirkan untuk mengambil kue ekonomi yang besar ini," kata Jokowi di gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Dia menyampaikan hal itu dalam acara Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. "Beberapa waktu yang lalu saya menyampaikan negara kita indonesia memiliki peluang besar menjadi ekonomi terkuat ke-4 atau ke-5 Insya Allah 2045 tapi menunju ke sana tidak mudah," tambah Jokowi.

Mantan Wali Kota dan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, sejumlah persoalan dan tantangan yang tidak mudah adalah stok infrakstruktur yang hanya 43%, pembangunan sumber daya manusia dan reformasi birokrasi. "Kunci utama menuju cita-cita ekonomi tersebut karena Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia dan kuncinya adalah ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, sumber kesejahteraan umat, ekonomi syariah memiliki potensi besar di tingkat global dan dunia," ungkap Jokowi.

Namun menurut Global Islamic Economy Indication Indonesia pada 2018, Indonesia masih peringkat 10 dari negara-negara yang melakukan ekonomi syariah. "Kita masih jauh, masih di belakang Malaysia (1), Uni Emirat Arab (2), Bahrain (3), Arah Saudi (4), Oman (5), Yordania (6), Qatar (7), Pakistan (8), Kuwait (9), inilah pekerjaan besar kita besama," tambah Jokowi. Presiden pun meminta bangkitnya potensi ekonomi syariah untuk menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia.

"Dan, saya selaku Presiden sudah membentuk manajemen eksekutif Komite Nasional Keuangan Syriah (KNKS) sejak Juli 2017 untuk mengawal pelaksaan master plan ekonomi syariah agar dapat dicek terus dan kita pun dapat mewujudkan ekosistem untuk menjadi panduan, memonitor progress untuk memastikan pencapaian-pencapaiannya," ungkap Jokowi.

Dia ingin agar KNKS menguatkan produk halal dengan fokus makanan minuman, fashion, pariwisata, media, rekreasi serta farmasi dan kosmetik dan sebagai pendukungnya menguatkan keuangan syariah, UMKM dan ekonomi digital. "Saya sangat senang saat ini sudah ada market place, tidak hanya 1-2 yang menawarkan produk-produk halal. Ini sebuah langkah untuk memasarkan produk-produk kita yang sudah banyak sehingga kita tidak hanya menjadi konsumen produk halal global tapi juga produsen halal terbesar untuk masuk ke ke negara-negara lain," tambah capres petahana ini.

Apalagi menurut Jokowi, sejumlah fokus ekonomi syariah adalah produk fesyen muslim. "Saya lihat dari sisi desain kelasnya sudah betul-betul kelihatan sekali, masuk ke kelas menengah atas, didesain rapi dan bagus, harga juga sangat kompetitif ini yang perlu kita berikan ruang sehingga bisa memajang 'market place' Indonesia dan dimasukkan ke jaringan 'market place' global. Saya yakin dan percaya saat kita semua bekerja sama memasarkan 'market place' ekonomi syariah, Indonesia akan menjadi terkemuka di 'market place' global," ungkap Jokowi. [tar]

#PresidenJokowi #EkonomiSyariah #FesyenSyariah
BERITA TERKAIT
Di Era Jokowi, Utang Negara Naik Rp1,1 T Per Hari
Anak Buah Prabowo Dukung Adian Jadi Menakertrans
Jokowi Ingin Tambah LRT dan Kereta Cepat di Soetta
Disambangi Ji Bingxuan, Utut PDIP Puji BRI China
Kas Negara Tiris, Krisis Keuangan Makin Dekat?
Di DPR Jonan Curhat Revisi PP tak Dianggap Jokowi
Panggil Menteri Ekonomi, Jokowi Siap KTT Asean&G20

kembali ke atas