TEKNOLOGI

Rabu, 15 Mei 2019 | 21:21 WIB

Ilmuwan: Operasi Pembesaran Penis Mengecewakan

Ilmuwan: Operasi Pembesaran Penis Mengecewakan
(ist)

INILAHCOM, London - Demi meningkatkan kepercayaan diri, banyak pria yang ingin memperbesar ukuran penis mereka. Tak sedikit pula yang rela untuk melakukan operasi pembesaran alat kelamin.

Namun, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan hasil yang mengejutkan. Para peneliti dari Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience (IoPPN) at King's College London, Inggris, mengatakan bahwa operasi pembesaran penis merupakan sebuah 'penipuan'. Mereka menilai operasi ini tidak efektif dan berisiko.

Dalam laporan di jurnal Sexual Medicine Reviews, para ilmuwan itu pun menyebut bahwa operasi pembesaran penis juga membuat para pria terluka secara mental dan fisik.

Sebuah tinjauan oleh para ahli di Inggris juga mengungkap hanya ada sedikit bukti bahwa prosedur medis itu benar-benar berhasil.

Mengutip The Guardian, kebanyakan pria justru mengaku tidak puas dengan pembesaran alat kelamin mereka setelah operasi. Terlebih lagi, risiko dari prosedur ini sangat besar seperti mati rasa permanen.

"(Tinjauan) menemukan hasil prosedur secara keseluruhan sangat buruk, tingkat kepuasannya rendah, dan signifikasi komplikasinya besar, termasuk kelainan bentuk penis, pemendekan, hingga disfungsi ereksi," ungkap Gordon Muir, penulis utama penelitian.

Hasil ini didapatkan setelah Muir dan timnya melacak 21 jenis prosedur pembesaran penis baik bedah dan non-bedah. Mereka mengamati 1.192 kasus yang dilakukan pria di seluruh dunia.

"Prosedur ini seharusnya hampir tidak pernah dilakukan. Sering kali pria berakhir dengan penis yang cacat dan tidak ada tingkat kepuasan lebih dari 20 persen dengan prosedur ini," kata Muir.

Sayangnya, kebanyakan pria yang tertarik dengan prosedur ini sering kali tidak percaya diri dengan ukuran penis mereka. Mereka menganggap ukuran tersebut terlalu kecil.

"Banyak pria yang ingin menjalani prosedur pembesaran penis memiliki penis berukuran rata-rata tetapi yakin ukurannya tidak memadai. Sayangnya, beberapa klinik tampaknya mengabaikan hal ini," ujar Muir.

"Ahli bedah di sektor swasta seharusnya tidak melakukan ini. Itu salah di setiap level," imbuhnya.

Meski tidak melarang secara tegas prosedur ini, para ilmuwan Inggris itu memberikan saran bagi para pria yang ingin melakukan pembesaran penis.

Menurut mereka, pria yang ingin melakukan pembesaran penis lebih baik terlebih dahulu melakukan konseling terstruktur. Jika mereka memang ingin memanjangkan alat kelamin mereka, lebih baik melakukan peregangan penis dari waktu ke waktu.

Bagi para peneliti, cara ini jauh lebih murah dan aman ketimbang melakukan operasi.

#operasi #penis #ilmuwan #peneliti
BERITA TERKAIT
Bocoran Wujud dan Spesifikasi GoPro Hero 8
British Airways Uji Layanan Hiburan Berbasis VR
Tips Ampuh Menjaga Privasi di Layanan WhatsApp
Samsung Kembangkan Baterai Baru Pengganti Lithium
(Punya 4 Kamera Belakang dengan 20x Zoom) OPPO Siap Luncurkan Reno2 pada 28 Agustus 2019
Gegara Engsel, Rilis Huawei Mate X Ditunda Lagi
Advan G2 Pro Meluncur, Harga Rp1,2 Juta

kembali ke atas