TEKNOLOGI

Kamis, 16 Mei 2019 | 00:00 WIB

Ilmuwan Temukan Pohon Tua Berusia 2.624 Tahun

Ilmuwan Temukan Pohon Tua Berusia 2.624 Tahun
(techexplorist)

INILAHCOM, North Carolina - Sejumlah ilmuwan yang tengah mempelajari cincin pohon di rawa Black River, North Carolina, AS, menemukan pohon cemara gundul atau bald cypress tree (Taxodium distichum) yang berusia 2.624 tahun.

Dengan usia lebih dari 26 abad, pohon ini patut disebut pohon non-klonal tertua yang bereproduksi secara seksual di dunia.

Sebagai informasi, pohon klonal adalah koloni besar tanaman identik yang secara genetik tumbuh dari satu nenek moyang dan bisa hidup selama puluhan ribu tahun. Sedangkan tanaman non-klonal artinya tidak memiliki genetik untuk bisa hidup lama.

Para ilmuwan menemukan pohon kuno ini ketika mempelajari cincin pohon dalam upaya mengumpulkan data sejarah iklim di AS bagian timur.

Para ahli mengetahui bahwa pohon cemara gundul di rawa Black River memiliki sejumlah pohon tertua dari studi sebelumnya yang mengidentifikasi beberapa pohon berusia 1.000 sampai 1.650 tahun.

Selain menemukan pohon berusia 2.624 tahun, para ilmuwan itu juga menemukan pohon cemara berusia 2.088 tahun di area yang sama.

"Kami hanya mengidentifikasi umur 110 pohon di area seluas 100 kilometer, masih sangat kecil dari jumlah pohon keseluruhan yang mencapai puluhan ribu pohon. Mungkin ada beberaa pohon yang usianya lebih dari 2.000 tahun," tulis para ilmuwan itu dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Communications

Mengutip Live Science, Taxodium distichum dikonfirmasi sebagai pohon lahan basah tertua di Bumi. Pohon lain yang bisa mencapai usia lebih tua antara lain Sierra juniper (Juniperus occidentalis), sequoia raksasa (Sequoiadendron giganteum), alerces (Fitzroya cupressoides), dan pinus bristlecone Great Basin (Pinus longaeva).

Pinus bristlecone adalah pohon berusia 5.066 tahun dan tumbuh di Pegunungan Putih California. Pohon ini dinobatkan sebagai pohon tertua di dunia. Sementara pohon klon tertua diyakini tumbuh di Utah dan dikenal dengan pohon aspen atau pohon pando.

Meski pohon-pohon kuno yang dijelaskan dalam penelitian ini hidup di kawasan lindung yang dimiliki secara pribadi oleh The Nature Conservancy's North Carolina, keberadaan mereka tetap terancam oleh operasi penebangan dan pertanian biomassa yang sedang berlangsung, polusi industri, dan perubahan iklim.

"Penemuan pohon tertua di Amerika Utara bagian timur ini semoga dapat memberi insentif untuk konservasi swasta, negara bagian, dan federal dari jalur air yang luar biasa ini," para ilmuwan itu menyimpulkan.

#ilmuwan #pohon #hutan
BERITA TERKAIT
Kutu Busuk Sudah Ada di Bumi Sejak Era Dinosaurus
Ilmuwan China Ciptakan Lem untuk Jantung
Ilmuwan: Operasi Pembesaran Penis Mengecewakan
Alat Pendeteksi Bakteri dalam Hitungan Menit
Huawei Juga Terancam Ditinggalkan ARM
Cara Platform Media Sosial Cegah Penyebaran Hoaks
Gawat, Instagram Ekspos Nomor Telepon Pengguna

kembali ke atas