EKONOMI

Rabu, 15 Mei 2019 | 12:40 WIB

April 2019, Defisit Perdagangan Capai US$2,5 M

Indra Hendriana
April 2019, Defisit Perdagangan Capai US$2,5 M
Kepala BPS Suhariyanto (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia di bulan April 2019 mencapai US$12,60 miliar. Sedangkan impor bulan April bisa mencapai US$15,1 miliar.

Dengan begitu, neraca dagang Indonesia pada bulan April 2019 ini defisit sebesar US$2,5 miliar. Nilai impor ada April US$15,1 miliar dan ekspor US$12,60 miliar, kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Naiknya nilai impor di bulan April, salah satu biang keroknya adaag impor migas naik 46,99%. Sedangkan impor non migas naik 7,82%. "Artinya ada beberapa komoditas yang dapat dikendalikan impornya, jadi bisa lebih kecil dibandingkan 2018," ujar dia.

Adapun beberapa komoditas non migas yang naik ekspornya di antaranya cokelat, minyak sawit dan seng. Kata dia, ekspor ini pengaruhnya cukup signifikan karena kontribusi lemak hewan nabati. Yang turun batubara, minyak kernel, timah dan nikel," kata dia. [hid]

#NeracaPerdagangan #Ekspor #Rupiah
BERITA TERKAIT
Neraca Dagang Jebol, Airlangga Punya Kebanggaan
(Surati Menko Darmin) 3 Asosiasi Sawit Minta Pungutan Ekspor Diaktifkan
Bos GIMNI Usul Pungutan Sawit Dihidupkan Lagi
Neraca Dagang Tekor, Dirjen Migas Salahkan Lebaran
Neraca Dagang Tekor, SMI Salahkan Lebaran & Pemilu
Dihambat UE, Ekspor Minyak Sawit RI Masih Oke
BPS: Ekspor April 2019 Jeblok

kembali ke atas