MOZAIK

Kamis, 16 Mei 2019 | 14:00 WIB

Wanita Lebih Afdal Salat di Rumah daripada Masjid

Wanita Lebih Afdal Salat di Rumah daripada Masjid
(Foto: Ilustrasi)

PADA dasarnya, semua salat kaum wanita lebih afdhol dikerjakan di rumah. Salat wajib apalagi yang sunah. Dalilnya adalah hadis dari sahabat Ibnu Masud radhiyallahu anhu, hadis dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Salatnya wanita di kamarnya, lebih afdhal daripada salatnya di ruang keluarga rumahnya. Salatnya wanita di kamar khususnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari salatnya di kamarnya. (HR. Abu Dawud)

Lebih afdhal di sini, mohon tidak disalahpahami tidak boleh. Lebih afdhal, artinya lebih besar pahalanya. Tentu kita tidak berani mengatakan demikian jika tidak dalil yang menunjukkan seperti ini. Jika kita tanyakan kepada perasaan kita, tentu masjid lebih utama untuk semua orang, laki-laki maupun perempuan. Namun, Islam adalah agama yang ilmiyah, semuanya didasari dalil, yang menyimpan hikmah dan manfaat besar untuk semua makhluk.

Muslim, seperti maknanya berserah diri, yakni menyerahkan sepenuhnya kepada Al Quran dan Hadis Nabishallallahu alaihi wa sallam. Slogannya saat bertemu dengan Al Quran dan Hadis maka hendaknya mengatakanAku mendengar dan aku taat..!

Suatu hari seorang sahabat wanita bernama Ummu Humaid radhiyallahuanha pernah datang menemui Nabishallallahu alaihi wa sallam, mengutarakan curhatan, Ya Rasulullah, saya ingin sekali shalat berjamaah bersama Anda.

Nabishallallahu alaihi wa sallam lantas menjawab,

Aku tahu keinginan itu, bahwa anda sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun, shalatmu di dalam kamarmu lebih utama dari shalatmu di ruang tengah rumahmu. Dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kampung mu. Shalat di masjid kampung mu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi).

Setelah mendengar petuah mulia ini, Ummu Humaid meminta dibangunkan mushola di pojok kamar miliknya. Di situ beliau shalat smapai berjumpa dengan Allah (wafat). (HR. Ahmad, 6: 371. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadis ini shahih)

Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,

: ( )

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang diriwayatkan Bukhari, Shalatnya lelaki secara berjamaah itu dilipatkan ini menunjukkan bahwa shalat wanita berjamaah di masjid tidak dilipatkan pahalanya. Karena shalat wanita di rumahnya lebih baik dan lebih afdhal. (Fathul Bari, 6/19)

Namun bukan berarti tidak boleh sholat jamaah di masjid. Apalagi jika manfaatnya besar seperti untuk mendengarkan tausiah, lebih semangat dan lebih mampu khusyu. Kemudian dirinya dapat menjaga rambu-rambu syariat :

[1]. Berhijab sempurna, tidak berdandan yang mengundang perhatian laki-laki.

[2]. Tidak memakai minyak wangi saat keluar rumah.

[3] Mendapat izin suami.

(https://islamqa.info/ar/answers/3457/---)

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia. (HR. Muslim, no. 442)

[baca lanjutan]

#Witir #SalatWitir #Ramadhan #Puasa #Salat #Wanita
BERITA TERKAIT
Tiga Perbedaan Cara Salat Pria dan Wanita
"Amin" Stempel Allah dan Tangga Surga
4 Golongan Pria yang Dijebloskan Wanita ke Neraka
Hukum Wanita Pakai Celana Panjang
Yuk Kerjakan Lima Amalan Ini Sebelum Salat
Hukum Menggunduli Kepala sebagai Bentuk Syukur
Hukum Mengumumkan Kematian dengan Speaker Masjid

kembali ke atas