MOZAIK

Kamis, 16 Mei 2019 | 16:00 WIB

Wanita, Salat di Masjid tapi Tiada Pahala Berlipat

Wanita, Salat di Masjid tapi Tiada Pahala Berlipat
(Foto: Istimewa)

DARI Ibnu Masud radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Shalat seorang wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari shalatnya di kamarnya. (HR. Abu Daud 570 dan dishahihkan al-Albani).

Juga dinyatakan dalam riwayat lain dari Ummu Salamah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka. (HR. Ibnu Khuzaimah 1683 dan dihasankan Syuaib Al-Arnauth).

Kemudian juga disebutkan dalam hadis dari Ummu Humaid Radhiyallahu anha, bahwa beliau pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu berkata, Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali shalat berjamaah bersama anda.

Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab,

Aku telah mengetahui hal itu bahwa engkau sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun shalatmu di dalam kamar khusus untukmu (bait) lebih utama dari shalat di ruang tengah rumahmu (hujrah). Shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi). (HR. Ahmad 27090 dan dihasankan Syuaib Al-Arnauth)

Disebutkan dalam Ensiklopedi Fiqh,

: : ( ) : ( ) -.

: ( ) (6/297)

Para ulama sepakat bahwa shalat wajib bagi lelaki di masjid secara berjamaah lebih afdhal dibandingkan ketika dia kerjakan di rumah sendirian. Berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Shalat jamaah lebih afdhal 25 kali dibandingkan shalat sendirian

Dalam riwayat lain, lebih afdhal 27 kali. (Muttafaq alaih)

Sementara untuk wanita, lebih afdhal mengerjakan shalat wajib di rumah, berdasarkan hadis dari Ummu Salamah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka. (HR. Ahmad dalam al-Musnad dan dihasankan oleh muhaqqiqnya). (al-Mausuah al-Fiqhiyah, 8/231)

Berdasarkan hadis-hadis di atas, sebagian ulama menegaskan bahwa keutamaan shalat jamaah di masjid hanya berlaku bagi lelaki dan bukan wanita. Karena yang diperintahkan dalam hal ini adalah lelaki dan bukan wanita.

Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan,

: ( )

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang diriwayatkan Bukhari, Shalatnya lelaki secara berjamaah itu dilipatkan ini menunjukkan bahwa shalat wanita berjamaah di masjid tidak dilipatkan pahalanya. Karena shalat wanita di rumahnya lebih baik dan lebih afdhal. (Fathul Bari, 6/19)

Demikian pula keterangan yang disampaikan al-Hafidz Ibnu Hajar ketika menjelaskan hadis tentang 7 orang yang akan mendapatkan naungan kelak di hari kiamat. Salah satunya adalah

Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid..

Menurut al-Hafidz, keutamaan ini hanya berlaku bagi lelaki. Karena shalat wanita di rumahnya lebih afdhal dibandingkan ikut berjamaah di masjid. (Fathul Bari, 2/147).

Demikian,Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

#Witir #SalatWitir #Ramadhan #Puasa #Salat #Wanita
BERITA TERKAIT
Wanita dari Enam Jenis Ini jangan Dinikahi
Nak, Jangan Marah Bila Orangtua Menyuruhmu Salat!
Senyum tak Batalkan Salat Kecuali Tertawa
Kontroversi Menggerakkan Telunjuk Saat Tahyat
Bolehkah Membersihkan Tempat Sujud Ketika Salat
Orang yang Bermain Dadu Salatnya tak Diterima
Mana yang Utama, Wanita Dunia Ataukah Bidadari?

kembali ke atas