NASIONAL

Rabu, 15 Mei 2019 | 21:05 WIB

BPN Sebut Tim Bentukan Wiranto Ancaman Demokrasi

Fadhli Zikri
BPN Sebut Tim Bentukan Wiranto Ancaman Demokrasi
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengkritik keberadaan tim asistensi hukum bentukan Menkopolhukam Wiranto. Pembentukan tim ini dinilai berpotensi menjadi ancaman serius bagi demokrasi.

"Bagi kami di BPN dan apalagi sekarang ada tim asistensi pemantau ucapan para tokoh, bagi kami ini melengkapi sisi-sisi kecurangan pemilu. Selain kecurangan, ini adalah bentuk dari ancaman serius bagi demorkasi Indonesia," kata Dahnil di media center Prabowo-Sandi, Rabu (15/5/2019).

Tim asistensi hukum bentukan Wiranto mulai efektif bekerja sejak Kamis, pekan lalu. Tim ini bertugas memberikan masukan dan menilai ucapan sejumlah tokoh serta aksi-aksi yang meresahkan paska pemilu.

Menurut Dahnil, tugas tim asistensi hukum secara nyata melanggar hak berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum yang telah diatur dalam Undang Undang Dasar 1945. Terlebih, lanjut Dahnil, saat ini banyak tokoh nasional tengah gencar mengungkap berbagai bukti kecurangan pilpres 2019.

"Lembaga yang di SK-kan Kemenkopolhukam itu lembaga yang inkonstitusional. Itu lembaga yang melakukan makar pada konstitusi dasar kita karena melanggar hak dasar warga negara, hak berserikat, hak berpendapat," tandas Dahnil. [ton]

#Wiranto
BERITA TERKAIT
KPK Temukan Uang Berserakan Dikamar Gubernur Kepri
KPK Waspadai Korupsi Sektor SDA Jadi State Capture
KPK Tanggapi Foto RJ Lino Di Luar Negeri
Pegawai KPK Minta Polisi Ungkap Pelaku Teror Novel
Yasonna: Pemkot Tangerang Minta Waktu Bahas Lahan
Jokowi Diyakini Pertahankan Menteri Profesional
12 Desa di Kendal Terancam Gagal Panen Padi

kembali ke atas