EKONOMI

Kamis, 16 Mei 2019 | 05:09 WIB

Neraca Dagang Tekor, SMI Salahkan Lebaran & Pemilu

Neraca Dagang Tekor, SMI Salahkan Lebaran & Pemilu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI), menyebut Pemilu dan Lebaran adalah pemicu defisitnya neraca perdagangan April 2019. Waduh, kok disalahkan bu.

"Bisa jadi karena banyaknya keputusan yang diambil itu harusnya Januari sampai Maret, tapi akhirnya terealisasi bulan April karena menunggu Pemilu. Kemudian juga karena mengejar masa sebelum Lebaran, akhirnya membuat decision banyak yang dikejar di bulan April ini, sehingga semua menumpuk pada bulan April," kata Sri Mulyani usai menjadi pembicara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, menjelaskan, perkiraan itu masih asumsi. Dia mengatakan akan meninjau lagi komposisi apa yang mempengaruhi defisit neraca perdagangan. Beberapa saat sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami defisit US$2,5 miliar. Yang disebabkan defisit sektor migas dan nonmigas masing-masing US$1,49 miliar dan US$1,01 miliar.

Kepala BPS, Suharyanto mengatakan, pada April 2019 ekspor mencapai US$12,6 miliar. Atau turun 10,80% dibandingkan Maret 2019 yang mencapai US$14,12 miliar. "Kalau dibandingkan posisi April 2018, ekspor mengalami penurunan sebesar 13,10 persen dari 14,5 miliar dolar AS," katanya.

Sementara itu impor April 2019 yang tercatat US$15,10 miliar. Atau naik dari Maret 2019 sebesar 12,25% sebesar US$13,45 miliar. Kenaikan terjadi pada impor migas sebesar 46,99% dan nonmigas sebesar 7,82%.

Meski demikian, Suharyanto menyebut capaian impor April 2019 itu masih lebih kecil dibandingkan dengan impor April 2018 sebesar US$16,16 miliar. "Ada beberapa komoditas yang dapat dikendalikan impornya sehingga total nilai impor April 2019 lebih kecil dibandingkan April 2018," katanya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan sepanjang Januari-April 2019, mengalami defisit US$2,56 miliar. Defisit terjadi karena migas defisit US$2,7 miliar, karena hasil minyak yang menurun. Sementara, nonmigas mengalami surplus US$204,7 juta. [tar]

#MenkeuSMI #NeracaPerdagangan #Surplus #BPS
BERITA TERKAIT
Harap Tenang, THR Cair Serentak 24 Mei 2019
Ekspor Babak Belur, Era Jokowi Kena Defisit Jumbo
Ketika Sri Mulyani Beberkan Prioritas RAPBN 2020
Lifting Jeblok Picu Defisit Terburuk Era Jokowi
Neraca Dagang Jebol, Airlangga Punya Kebanggaan
Dijuluki Ratu Utang, Anak Buah Menkeu tak Terima
Samurai Bonds Perkaya Asing, Tanggung Jawab SMI?

kembali ke atas