DUNIA

Kamis, 16 Mei 2019 | 09:39 WIB

Pengusiran Massal Rakyat Palestina 71 Tahun Lalu

Pengusiran Massal Rakyat Palestina 71 Tahun Lalu
(Foto: voa)

INILAHCOM, Tepi Barat--Rakyat Palestina memperingati ulang tahun ke-71 pengusiran massal, sehubungan dengan pembentukan negara Israel tahun 1948, dengan mengadakan aksi-aksi protes di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Ribuan orang berjalan menuju perbatasan Gaza dengan Israel, ketika kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengumumkan pemogokan umum, dengan menutup sekolah dan kantor-kantor pemerintah supaya banyak orang bisa ikut berdemonstrasi. Demikian Associated Press, seperti dikutip dari VOA, Kamis (16/5/2019).

Hamas telah melancarkan protes setiap hari Jumat selama satu tahun, di sepanjang pagar yang memisahkan Israel dan Gaza, untuk menuntut diakhirinya blokade yang dilakukan oleh Israel dan Mesir.

Lebih dari 60 warga Palestina tewas dalam demonstrasi tahun lalu, dalam kerusuhan sehubungan dibukanya Kedutaan Besar AS yang baru di kota Yerusalem yang dipersengketakan.

Demonstrasi tahun ini terjadi dua minggu setelah dicapainya gencatan senjata untuk menghentikan bentrokan sengit selama dua hari. Utusan Pemerintah Qatar yang ikut membantu pelaksanaan gencatan senjata itu mendesak Hamas supaya melakukan demonstrasi yang tenang.

Demonstrasi hari Rabu (15/5/2019) itu diadakan untuk memperingati "Nakba" atau "hari malapetaka", di mana ratusan ribu warga Palestina dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka dalam perang, menyusul pendirian negara Israel. Jumlah pengungsi Palestina itu kini telah mencapai lima juta orang yang tersebar di seluruh kawasan Timur Tengah.

Nasib pengungsi itu merupakan salah satu isu utama dalam sengketa antara Palestina dan Israel. Israel menolak kembalinya para pengungsi ke kampung halaman mereka secara massal, karena katanya akan mengancam citra bangsa Yahudi.

Di kota Ramallah, di Tepi Barat, ratusan orang berpawai dari makam pemimpin Palestina Yasser Arafat dan mengadakan demonstrasi di tengah kota untuk menuntut hak supaya bisa kembali ke kampung halaman mereka di kawasan yang kini telah menjadi negara Israel.

"Kami nantinya akan kembali, tidak soal berapa lama waktu dibutuhkan untuk itu," kata salah satu poster yang dibawa demonstran.

Suara sirene terdengar di seluruh kawasan Tepi Barat pada tengah hari sebagai pernyataan kesedihan warga Palestina yang terusir itu. [voa/lat]

#palestina #pengusiran
BERITA TERKAIT
Badan Pengungsi Palestina Terancam Kurang Dana
3 Anggota ISIS Asal Perancis Dihukum Mati di Irak
Umat Yahudi di Jerman Diminta Tidak Pakai Peci
Cucu Pendiri Singapura Nikahi Pasangan Sejenis
Gempa Kuat Magnitudo 8.0 Guncang Peru
Gawat, AS Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
PM Inggris Theresa May Akan Mundur

kembali ke atas