NASIONAL

Kamis, 16 Mei 2019 | 10:43 WIB

Rekap Nasional, Prabowo-Sandi Unggul 10 Provinsi

Ray Muhammad
Rekap Nasional, Prabowo-Sandi Unggul 10 Provinsi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merampungkan proses rekapitulasi suara pilpres 2019 di 26 provinsi tanah air, Kamis (16/5/2019).

Melalui hasil rekapitulasi yang disahkan KPU lewat rapat pleno, Rabu (15/5/2019), menunjukkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin unggul dalam perolehan suara di 16 provinsi.

Jokowi-Maruf dipastikan menguasai wilayah:
1. Gorontalo,
2. Kalimantan Tengah,
3. Kalimantan Utara,
4. Kalimantan Barat,
5. Bangka Belitung,
6. Bali,
7. Sulawesi Barat,
8. Yogyakarta,
9. Kalimantan Timur,
10. Lampung,
11. Sulawesi Utara,
12. Sulawesi Tengah,
13. Jawa Timur,
14. Nusa Tenggara Timur (NTT),
15. Jawa Tengah,
16. Kepulauan Riau.

Sedangkan, Prabowo-Sandi unggul di wilayah:
1. Sulawesi Tenggara,
2. Kalimantan Selatan,
3. Bengkulu,
4. Maluku Utara,
5. Jambi,
6. Sumatera Selatan,
7. Sumatera Barat,
8. Banten,
9. Aceh,
10. Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun jumlah suara tertinggi untuk kedua pasangan calon ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan Jokowi-Maruf yang unggul mengalahkan Prabowo-Sandi di kedua wilayah itu.

Di wilayah Jawa Tengah Jokowi-Maruf meraih perolehan sebesar 16.825.511 suara, sementara di wilayah ini, Prabowo-Sandi hanya meraih 4.944.447 suara.

Di Jawa Timur, Prabowo-Sandi memperoleh 8.441.247 suara dengan perolehan suara Jokowi-Maruf mencapai 16.231.668 suara.

Hingga kini, proses rekapitulasi suara masih dilakukan oleh KPU untuk merampungkan total perolehan suara dari 34 provinsi keseluruhan yang ada di Indonesia. [rok]

#Prabowo
BERITA TERKAIT
PPP: Prabowo Sambut Baik Penambahan Pimpinan MPR
Canda Prabowo Bujuk Elite PPP Gabung Gerindra
Sambangi Prabowo, PPP Bahas 10 Paket Pimpinan MPR
PKS Harap Semua Parpol Pendukung Prabowo Oposisi
Idul Adha 1440 H, Prabowo Sumbang Puluhan Sapi
(Sebut Ada Dugaan 'Penumpang Gelap' di Koalisi) Maarif Yakin Sindiran Gerindra Bukan Untuk PA 212
'Penumpang Gelap' BPN Sempat Hasut Prabowo

kembali ke atas