PASAR MODAL

Kamis, 16 Mei 2019 | 17:15 WIB

Wall Street Tanpa Arah

Wahid Ma'ruf
Wall Street Tanpa Arah
(Foto: ist)

INILAHCOM, New York - Indeks saham berjangka AS menunjuk ke awal yang beragam menjelang hari perdagangan Kamis (16/5/2019) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan keadaan darurat nasional atas ancaman terhadap teknologi Amerika pada hari Rabu.

Pada 05:50 pagi, Dow futures turun 4 poin, menunjuk ke pembukaan sedikit lebih tinggi dari 32 poin. Futures pada indeks S&P 500 dan Nasdaq beragam.

Ketegangan perdagangan terus membebani sentimen investor. Pada hari Rabu, Departemen Perdagangan AS mengumumkan penambahan Huawei Technologies dan afiliasinya ke Daftar Entitas Biro Industri dan Keamanan (BIS), membuatnya semakin sulit bagi raksasa telekomunikasi China untuk melakukan bisnis dengan perusahaan AS.

Sementara itu, berbagai sumber mengatakan kepada CNBC Rabu bahwa Trump berencana untuk menunda tarif otomatis hingga enam bulan. Gedung Putih menghadapi tenggat waktu Sabtu untuk memutuskan apakah akan menampar bea impor mobil dan suku cadang atas masalah keamanan nasional seperti mengutip cnbc.com.

Di bagian depan data, investor akan menonton permulaan perumahan, angka pengangguran mingguan, dan Philadelphia Fed Business Outlook pada pukul 08:30 ET.

Walmart, dan Manchester United akan melaporkan pendapatan mereka sebelum bel. Baidu, Bahan Terapan, dan Pinterest diatur untuk melaporkan setelah bel.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS Bisa Bergerak Terbatas
Bursa Saham Eropa Mulai Bergerak Variatif
IHSG Berhasil Kurangi Kejatuhan ke 6.295,73
Bursa Saham Asia Berakhir Tetap Variatif
IHSG Cenderung Turun ke 6.292,98 di Sesi I
(China's Belt and Road Initiative) China Kian Leluasan Manfaatkan Dana Negara Muslim
Investor Asia Cermati Rapat Bank Sentral Australia

kembali ke atas