NASIONAL

Kamis, 16 Mei 2019 | 21:26 WIB

KPU Jaktim Dianggap Tak Profesional

KPU Jaktim Dianggap Tak Profesional
Ketua DPD PAN Jakarta Timur Dicky Kurniawan Kusuma (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPD PAN Jakarta Timur Dicky Kurniawan Kusuma menyoroti molornya rekapitulasi suara di Jakarta Timur yang sampai saat ini belum selesai.

Padahal waktu yang ditetapkan oleh KPU Pusat dan KPU DKI Jakarta sudah hampir habis. Dicky menilai KPU Jakarta Timur dalam hal ini paling tidak profesional dibanding KPU kotamadya lain.

"KPU Jakarta Timur secara kelembagaan dan komisioner secara perseorangan harus bertanggung jawab atas pengunduran waktu yang begitu panjang," katanya.

Dicky menambahkan persoalan demi persoalan yang timbul di kecamatan tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh KPU dan Bawaslu Jakarta Timur. Kedua lembaga tersebut seolah lepas tangan dengan kondisi yang ada.

"Kami mengecek di beberapa kecamatan terdapat protes dan komplain dari parpol peserta pemilu atas beberapa kejanggalan dan diduga kecurangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari KPU," tegasnya.

Dengan kejadian yang karut marut ini, PAN Jakarta Timur memberikan catatan merah kepada kepada penyelenggara pemilu Kota Jakarta Timur yang dianggap kurang maksimal. Sehingga harus menjadi pertimbangan apabila terdapat komisioner yang akan ikut serta lagi sebagai penyelanggara baik di tingkat kota dan tingkat provinsi di pesta demokrasi periode berikutnya.

Terakhir Dicky berharap agar KPU dan Bawaslu Jaktim segera merampungkan proses perhitungan di tingkat Kotamadya, agar tahapan rekapitulasi berjenjang bisa selesai tepat waktu sehingga pengumuman pemilu 2019 pada tanggal 22 Mei bisa terwujud. [ton]

#Pemilu2019 #KPU
BERITA TERKAIT
Hotman Paris Mau Biayai Sekolah Anak Polantas Ini
Padamkan Karhutla, Prajurit TNI Salat Beralas Daun
Imam Nahrawi Otomatis Harus Mundur dari Menpora
(Imam Nahrawi Ditetapkan Tersangka) Istana: Terbukti, Jokowi Tak Intervensi KPK
Kufur Nikmat yang Bilang KPK Gagal Turunkan IPK
(Pilkada Serentak 2020) KPU Banyuwangi Khawatir Dana Pilkada Tak Cukup
Ditetapkan Tersangka KPK, Ini Harta Imam Nahrawi

kembali ke atas