NASIONAL

Kamis, 16 Mei 2019 | 23:11 WIB

Anggota KPPS Tewas, Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF

Anggota KPPS Tewas, Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - CEO Aliansi Penggerak Demokrasi Indonesia (APDI), Waode Nur Intan mempertanyakan kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Karena ada temuan bahwa sakit yang diderita berlangsung tiba-tiba. Selain itu, tidak ada langkah konkret juga untuk keluarga korban.

"Sakit tiba-tiba, kita tidak menuduh cuma mempertanyakan. Kami tidak peduli siapa pun yang jadi presiden," ujarnya, Kamis (16/5/2019).

Oleh karena itu, Intan mendesak pemerintah agar membentuk tim investigasi untuk mengungkap misteri kematian petugas KPPS. Selain itu, pelayanan kesehatan bagi petugas yang masih dirawat juga perlu diprioritaskan.

"Belum ada lembaga resmi yang merilis data siapa, dimana dan kenapa meninggal. 232 data sudah masuk detail kematian. Beberapa sudah ada yang bersedia (otopsi forensik), tapi belum bisa kita buka," jelas dia.

Sementara pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN), Wibisono menilai KPU tidak mempersiapkan jaminan kesehatan bagi petugas KPPS apalagi bertambah beban kerja dalam pemilu serentak 2019.

"Harusnya ini dapat diterapkan guna menjaga kesehatan petugas KPPS," katanya.

Maka dari itu, Wibisono mendesak Komnas HAM membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap tragedi kematian ratusan petugas KPPS.

"Kami juga meminta Bawaslu untuk bersikap netral dengan mengumumkan para korban agar masyarakat mengetahui penanganan terhadap mereka," tandasnya. [ton]

#Pemilu2019
BERITA TERKAIT
SBY Terima Hasil Pileg Meski Demokrat Menurun
SBY Senang Komitmen Jokowi Jadi Pengayom Rakyat
SBY Ucapkan Selamat untuk Jokowi-Maruf
SBY: Prabowo akan Dikenang Sosok Taat Hukum
SBY Lega KPU Selesaikan Rekapitulasi Tepat Waktu
Polisi Masih Bubarkan Massa di Sabang Jakpus
Sempat Ada Aksi Bakar-bakar di Tanah Abang

kembali ke atas