EKONOMI

Jumat, 17 Mei 2019 | 02:09 WIB

Dipanggil KPK, Jonan Terbang ke Jepang Lanjut AS

Indra Hendriana
Dipanggil KPK, Jonan Terbang ke Jepang Lanjut AS
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan, masih berada di Jepang. Kehadirannya di Negeri Sakura ahar Plan of Development (PoD) Blok Masela bisa segera tuntas.

Sehingga, Blok Gas raksasa ini bisa segera berproduksi. Agendanya, Jonan bertemu CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda di Yokyo, Kamis (16/5/2019), seprti dikutip dari rilis ESDM.

Adapun Blok Masela di sekitar Laut Aru, telah dieksplorasi sejak 1998 dan akan dikembangkan dengan kapasitas 9,5 juta Ton LNG per tahun dan 150 MMSCF per hari.

Pengembangan Blok Masela diharapkan dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan Blok Migas lainnya, dan menunjukan bahwa potensi hulu migas di Indonesia masih memiliki prospek yang bagus.

Setelah dari Jepang, Jonan melanjutkan kunjungan kerja ke Itali dan Amerika Serikat (AS). Direncanakan, Jonan kembali ke tanah air pada 24 Mei 2019.

Di lain sisi, Jonan mendapat panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap PLTU Riau-1 yang menyeret mantan Dirut PLN Sofyan Basir dan pengusaha Samin Tan.

Jonan sudah dipanggil pada 13 Mei 2019, namun tak hadir. Alasannya, surat panggilan KPK itu dialamatkan ke rumah pribadi Jonan, tidak sampai. Ya, rumah tersebut sudah tidak ditinggali Jonan.

Selanjutnya, KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Jonan pada Rabu 15 Mei 2019. Lagi-lagi Jonan mangkir. Alasannya? Ya itu tadi, harus ke luar negeri dalam rangka tugas negara.

Penyidik KPK pun menjadwalkan ulang pemeriksaan Jonan lagi pada Senin (20/5/2019). Padahal, sesuai agenda, Jonan baru tiba pada 24 Mei 2019. Bisa jadi, keinginan KPK mengorek keterangan dari mantan menteri perhubungan ini, kembali kandas.

Sementara, Sofyan Basir dan Samin Tan telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam dua kasus berbeda. Walaupun pintu masuk kasusnya adalah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap eks Anggota DPR asal Golkar, Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes B Kotjo.

KPK menetapkan Samin Tan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada Eni Saragih. Dia diduga memberi suap Rp 5 miliar agar Eni membantu anak perusahaan milik Samin, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang sedang mengalami masalah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

Dalam proses menuju banding terhadap putusan PTUN tentang terminasi itu, Eni diduga menjanjikan bisa membantu Samin Tan dalam urusan dengan keputusan terminasi oleh Kementerian ESDM. Duit Rp 5 miliar pun diduga diserahkan agar Eni membantu mengurus hal tersebut. [ipe]

#MenteriJonan #BlokMasela #KPK #KasusSuap
BERITA TERKAIT
Buwas Minta Tolong KPK Tangkap Maling Beras BPNT
Progress Smelter Si Anak Emas Freeport Cuman 3,8%
UU KPK Direvisi, Awas Investor Siap-siap Minggat
Khofifah Ikut Antre Pesan Mobil Esemka
Perizinan Mudah, Tarik Investasi Migas di Daerah
Jelang Pensiun, Jonan Umbar Janji Elektrifikasi
Berkat RR,Blok Masela Sumbang Besar Cadangan Migas

kembali ke atas