EKONOMI

Jumat, 17 Mei 2019 | 08:09 WIB

Konsumsi BBM dan LPG Diperkirakan Melonjak H-6

Indra Hendriana
Konsumsi BBM dan LPG Diperkirakan Melonjak H-6
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah memprediksi bakal terjadi lonjakan konsumsi BBM pada Lebaran 2019. Puncaknya diperkirakan pada puncak arus mudik yaitu H-6 hingga H-3, serta arus balik H+3 hingga H+4.

Sementara untuk proyeksi kenaikan konsumsi LPG, terjadi pada H-6 s/d H-4. Dan, ketahanan stok LPG sebesar 369.058 MT, atau setara 17 hari. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Kementerian ESDM, Djoko Siswanto dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Sementara konsumsi BBM Premium diperkirakan naik 10,1% atau 35.093 KL dari kondisi normal yaitu 31.870 KL. Pertalite naik 16% atau 57.933 KL dari 49.943 KL.

Pertamax atau AKR 92 naik 32,5% atau 13.578 KL dari 10.248 KL, Avtur naik 8,3% atau 13.414 KL dari 14.542 KL, dan Turbo naik 14,2% atau 602 KL dari 532 KL. "Sementara untuk jenis gasoil, seperti Solar turun 11% atau 34,552 KL dari konsumsi normal 38.824 KL," kata Djoko.

Ketahanan stok Premium diperkirakan sekitar 1.118.277 KL atau 21 hari, Pertalite sebanyak 1.103.505 KL atau 21 hari, Pertamax 902.819 KL (22 hari), Pertamax Turbo 34.585 KL (58 hari) dan Avtur 615.512 KL atau 48 hari.

Sementara ketahanan Solar sebanyak 1.983.640 KL (26 hari), Dexlite 45.305 KL (27 hari), Dex sebanyak 36.437 KL (35 hari). Sedangkan ketahanan Kerosene sebesar 108.863 KL atau 69 hari.

Berbagai upaya antisipasi dan layanan telah disiapkan oleh Pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan BBM dan LPG. "Selain itu juga melakukan koordinasi dengan bank, BPH Migas, Kemenhub, POLRI, Jasa Marga dan BPJT, dan penyiapan SPPBE," kata Djoko. [ipe]

#MenteriJonan #Pertamina #BBM #LPG
BERITA TERKAIT
Selama Libur Lebaran Pemakaian Solar Turun 27%
Pemakaian Pertamax Turun 30% dari Lebaran 2018
Ini Kenaikan BBM Selama Mudik Lebaran 2019
Pertagas dan Petro Muba Kembangkan Kilang LPG
Pertamina Kenalkan PertafloSIM ke PT Indonesia
Kilang Cilacap, Pertamina & Aramco Deal di Jepang?
Inovasi Pertamina EP Cuman Hemat Jutaan Rupiah

kembali ke atas