EKONOMI

Sabtu, 18 Mei 2019 | 04:09 WIB

Politisi Ini Mimpikan Jokowi Kerek Ekonomi 7%

Politisi Ini Mimpikan Jokowi Kerek Ekonomi 7%
(Foto: Riset)

INILAHCOM, Jakarta - Meski belum ditetapkan sebagai pemenang pilpres 2019, anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun sudah menyebut Jokowi akan meneruskan pemerintahan 2019-2024. Dirinya juga punya mimpi terkait pertumbuhan ekonomi.

Ya, mantan politisi PKS ini memimpikan perekonomian di Presiden Joko Widodo pada 2019-2024, bisa bergerak ke level 7%. Caranya dengan mendorong bertumbuhnya investasi. "Kunci penting dalam memacu investasi adalah membentuk tim ekonomi pemerintah yang benar-benar dapat dipercaya dan memahami visi presiden," kata Misbakhun di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Dia berharap, Jokowi berani melakukan perombakan besar-besaran di tim ekonomi jilid kedua. "Cita-cita Pak Jokowi sangat tinggi, misalnya sebelum pemilu usai beliau sudah mewacanakan pemindahan ibu kota negara dan mau membawa Indonesia menjadi negara maju. Cita-cita yang tinggi, harus didukung oleh tim ekonomi yang optimal," kata politisi asal Pasuruan, Jawa Timur ini.

Menurut alumni STAN ini, tim ekonomi periode kedua dari JokowiMaruf Amin harus diisi figur yang mengerti pasar secara riil. Harus bisa memakami bagaimana regulasi bisa berjalan dalam mewujudkan cita-cita Jokowi.

Sementara, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang (PPN/Kepala Bappenas), Bambang S Brodjonegoro sependapat dengan Misbakhun, tentang pentingnya memacu pertumbuhan ekonomi melalui investasi.

Pemerintah, kata dia, akan menggalakkan investasi dalam industri pengolahan dan jasa dengan nilai tambah tinggi. "Pemerintah ke depan juga akan melakukan perbaikan iklim investasi, termasuk perbaikan sistem tenaga kerja. Lalu menggalakkan industrialisasi berbasis sumber daya alam," ujarnya.

Direktur IndoSterling Aset Manajemen, F Stevan Purba, menilai, kondisi fundamental Indonesia saat ini masih baik meski ada pengaruh eksternal akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Namun, Stevan melihat ada potensi dana tabungan untuk investasi di bidang infrastruktur, yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen dan masih butuh lebih banyak lagi. "Namun, ada hal lain yang memerlukan perhatian serius yakni infrastruktur lunak," katanya.[tar]

#PresidenJokowi #PertumbuhanEkonomi #Pilpres2019
BERITA TERKAIT
Pertumbuhan Ekonomi 2020 Ditarget 5,5%, Ani Pede
Tahun Terakhir Jokowi, Utang Negara Makin Gede
Jokowi Datang Bawa Kabar Baik Bandara Bali Utara
Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani
Sidang Sengketa Pemilu, PLN Jamin Aman Setrum MK
Ngeri Trade War, Jokowi Kumpulkan Menteri Ekonomi
(Inilah Saran APINDO) Pengangguran Numpuk, Jokowi Fokus Padat Karya

kembali ke atas