NASIONAL

Sabtu, 18 Mei 2019 | 10:58 WIB

BPN: Polisi Seolah-olah Bikin Narasi Menakutkan

Muhammad Yusuf Agam
BPN: Polisi Seolah-olah Bikin Narasi Menakutkan
Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menanggapi narasi Polri yang menyebut akan ada ancaman teror bom pada 22 Mei nanti. BPN menganggap narasi itu menakutkan masyarakat Indonesia.

"Ini narasi menebar ketertakutan, dan teror. Hal yang sama juga dilakukan oleh kepolisian ketika aksi 411, 212 dulu. Jadi ini narasi yang berulang-ulang. Narasi teroris politik," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada wartawan, Sabtu (18/5/2019).

Dahnil mengaku heran polisi justru membuat framing bahwa aksi yang akan dilakukan pada 22 Mei akan menjadi target bom oleh teroris. Dahnil mengungkit aksi-aksi bela Islam yang juga disebut ditunggangi.

"Agak kontradiktif pernyataan polisi ini, di satu sisi pemerintah menuduh bahwa aksi-aksi 212 dulu, dan aksi-aksi massa yang tidak percaya dengan pemerintah ditunggangi terorisme, tapi di sisi lain aksi itu akan menjadi target teroris. Lucu memang," kata Dahnil.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa ancaman teror pada 22 Mei 2019 tak bisa diremehkan. Iqbal pun menghimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan aksi pada 22 Mei nanti.

"Keterlibatan tersangka kelompok JAD, yaitu menyembunyikan DPO JAD di Lampung, merencanakan aksi amaliah, nah ini ya melaksanakan aksi amaliah atau aksi teror dengan menyerang kerumunan massa pada tanggal 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom," jelas Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Iqbal mengatakan bahwa kelompok ini melakukan serangan adalah bentuk nyata yang akan membahayakan masyarakat. Iqbal pun berharap massa tak perlu turun ke jalan apapun hasil Pemilu 2019.

"Kelompok ini memang memanfaatkan momentum pesta demokrasi. Nanti akan kita tanyakan bagaimana pengakuan tersangka, karena bagi kelompok ini, demokrasi adalah paham yang tidak sealiran dengan mereka. Nanti istilahnya akan mereka sampaikan, dan ini adalah target mereka, oleh karena itu lewat forum ini saya selaku kepala divisi humas juga sebagai juru bicara menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Mei masyarakat kami himbau tidak turun ke jalan," ujar Iqbal. [rok]

#PrabowoSubianto
BERITA TERKAIT
Tokoh Nasional Desak Amien-Prabowo Jemput Rizieq
(Jadi Oposisi Atau Koalisi) Kader Gerindra Siap Patuhi Keputusan Prabowo
Koalisi Atau Oposisi, Gerindra Serahkan ke Prabowo
Gerindra:Pertemuan Hambalang Bahas Peluang Koalisi
Kumpulkan Dewan Pembina, Prabowo Minta Masukkan
Prabowo Kumpulkan Petinggi Gerindra di Hambalang
Ini Alasan PA 212 Tinggalkan Prabowo Subianto

kembali ke atas