NASIONAL

Minggu, 19 Mei 2019 | 02:33 WIB
(Pengamanan 22 Mei)

Polisi Hanya Dibekali Tameng dan Gas Air Mata

Muhammad Yusuf Agam
Polisi Hanya Dibekali Tameng dan Gas Air Mata
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan puluhan ribu personel yang diterjunkan untuk mengamankan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat pengumuman rekapitulasi suara hasil akhir Pemilu 2019 telah siap.

Para personel Polri nantinya tak diperbolehkan untuk membawa senjata api berpeluru tajam.

"Semua anggota yang melaksanakan pengamanan pada tanggal 22 Mei yang akan datang, hanya dilengkapi tameng, gas air mata," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Sabtu (18/5/2019).

Dedi mengatakan perintah itu sesuai dengan arahan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Untuk mobil taktis, polisi juga hanya menyiapkan water Canon.

"Karena apa aparat keamanan tidak boleh? Ini sudah perintah dari pimpinan, tidak boleh membawa senjata api dan peluru tajam di saat mengamankan seluruh aksi masyarakat," ujar Dedi.

Meski begitu, Dedi menyebut tim taktis bersenjata tetap dipersiapkan. Namun, para personel bersenjata api itu hanya akan keluar jika diperintah oleh pimpinan.

"Kami juga mempersiapkan segala macam kemungkinan yang terjadi. TNI-Polri sudah memiliki tim anti anarkis. Tim anti anarkis ini kalau polisi disiagakan di Polda. Kalau TNI diletakkan di Kodam Jaya," jelas Dedi.

#KPU #Polisi #Pengamanan #22Mei
BERITA TERKAIT
Manokwari Memanas, Polisi Lakukan Negosiasi
Penyerang Aiptu Agus Terpapar Radikal di Internet
Polri Akan Evaluasi Pengamanan Polsek Hingga Polda
(Viral Potongan Video Soal Salib) UAS Heran Ceramah 3 Tahun Lalu, Viral Sekarang
Video Ceramah Dipolisikan, UAS: Saya tak Akan Lari
Klarifikasi UAS Mengenai Potongan Ceramah Salib
Penyerang Polisi Wonokromo Sempat Antar Ortu Haji

kembali ke atas