PASAR MODAL

Senin, 20 Mei 2019 | 11:27 WIB

Inilah Pemicu IHSG Jatuh Terus

M Fadil Djailani
Inilah Pemicu IHSG Jatuh Terus
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pada hari ini Senin (20/5/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak di area negatif.

Pada pembukaan Senin pagi tadi, berdasarkan data Bloomberg IHSG terpantau melemah 0,2% atau 11,84 poin ke level 5.815,02 pada pukul 09.27 Wib, setelah dibuka dengan pelemahan 0,8% atau 4,39 poin ke level 5.822,47.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan sedikitnya ada 3 faktor yang membuat IHSG terus anjlok. Pertama kondisi domestik perusahaan tercatat, kedua data makro yang kurang baik dan yang ketiga adalah situasi pasca pemilu.

"Apakah kami worry, tentunya kami worry. Tapi apakah ini sebuah kejadian yang luar biasa, menurut saya tidak," kata Laksono saat ditemui di Gedung BEI Senin (20/5/2019).

Menurut Laksono salah satu faktor yang paling ditakuti saat ini tentunya kegiatan pasca pemilu, apalagi menjelang aksi 22 Mei 2019 mendatang, dimana akan ada aksi demonstran di depan Kantor KPU dan Bawaslu.

"Kita tahu semuanya tanggal 22 Mei nanti, ini juga yang sedikit membuat khawatir para investor," katanya.

Pada akhir pekanllalu, IHSG melemah 68,87 poin (-1,17%) ke posisi 5.826,86. Investor asing terus mencatatkan net sell dengan melepas saham di pasar reguler senilai Rp852 miliar. Dalam sepekan IHSG anjlok -6,16% dengan disertai keluarnya dana asing sebesar Rp3,98 triliun di pasar reguler.

Penurunan indeks dalam 5 hari perdagangan berturut-turut menggenapi pelemahan IHSG selama sepekan. Praktis dengan penurunan tersebut, sepanjang pekan kemarin tidak ada sehari pun IHSG berakhir di zona hijau.

Kondisi ini menenggelamkan IHSG, sehingga secara year to date IHSG turun -5,93% di tahun 2019 ini, menyentuh level terendah 6 bulan sejak November 2018. [hid]

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Ini Penjual Makanan Hewan Piaraan Sukses IPO di US
(Catatan Sepekan IHSG) Pasca Libur Lebaran, Pasar Merespon Positif
Harga Minyak Mentah Lanjutkan Penguatan
Harga Emas Turun Respon Data Penjualan Ritel
Wall Street Memerah Tertekan Saham Teknologi
China Tunggu Itikad Baik AS Selesaikan Sengketa
IEA Pangkas Prediksi Permintaan Minyak Mentah

kembali ke atas