PASAR MODAL

Senin, 20 Mei 2019 | 16:47 WIB

IHSG Berani Naik 1,3% ke 5.907,12

Wahid Ma'ruf
IHSG Berani Naik 1,3% ke 5.907,12
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - IHSG akhirnya mampu menjaga penguatan hingga akhir penutupan pada perdagangan Senin (20/5/2019). Indeks mencatat kenaikan 1,3% ke 5.907,12 dari pembukaan 5.822,47.

Indeks sempat melemah di awal sesi pagi, namun mampu menembus area positif tidak lama kemudian. Bahkan indeks mampu mendekati level 6.000.

Volume perdagangan mencapai 13,3 miliar saham senilai Rp7,1 triliun sebanyak 426.793 kali transaksi. Penguatan indeks seiring dengan 230 saham menguat, 158 saham melemah dan 152 saham tanpa perubahan.

Namun transaksi investor asing tetap mengalami net foreign sell hingga sebesar Rp642,81 miliar. Dengan penjualan investor asing mencapai Rp2,3 triliun. Sedangkan pembelian investor asing sebesar Rp1,7 triliun.

Saham unggulan di indeks LQ45 memberikan dukungan kenaikan 1,3%, indeks IDX30 maju 1,9%, indeks ISSI nak 1,6%, indeks JII menambahkan 2,2%, dan indeks SMInfra18 naik hingga 1,8%.

Pada penutupan hari ini, hanya saham sektor perkebunan yang turun 0,7% selebihnya mengalami penguatan. Untuk penguatan tertinggi terjadi pada saham sektor aneka industri hingga 2,6% diikuti saham sektor industri dasar yang naik 2,4%.

Saham yang menguat seperti saham ABBA naik 13,6% ke Rp142, saham CPRI naik 8,9% ke Rp73, saham IIKP menguat 7,6% ke Rp70, saham CPIN naik 7,01% ke Rp4.580, saham SMGR naik 6,6% ke Rp11.250, saham SRIL menguat 6,3% ke Rp5.850.

Untuk saham yang melemah seperti saham GSMF turun 9,09% ke Rp110, saham SOCI turun 5,6% ke Rp184, saham MAMI melemah 5,07% ke Rp131, saham ERAA turun 3,3% ke Rp1.020.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Inilah Fakta Terbaru Sengketa Dagang Versi AS
IHSG Tergelincir 0,2% ke6.213,304 di Sesi I
Sengketa AS-China Selesai Bisa Jangka Panjang
(Ganggu Pasar Minyak Global) Siapa Manfaatkan Sengketa Iran-Saudi?
IHSG Masih Tergantung Negosiasi AS-China
Pekan Lalu, Asing Beli Bersih Rp53 Triliun
Ini Cerita antara Takut Resesi dan Aksi Jual

kembali ke atas