MOZAIK

Kamis, 23 Mei 2019 | 12:00 WIB

2 Alasan Makruhnya Melaknat Iblis/Setan

2 Alasan Makruhnya Melaknat Iblis/Setan
(Ilustrasi)

IBLIS dan bala tentaranya berusaha keras mengajak manusia menjadi penghuni neraka bersamanya. Allah berfirman,

Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Fathir : 6)

Dari sinilah kemudian muncul dorongan untuk melaknat Iblis. Karena memang mereka makhluk yang pantas mendapat laknat.

Namun, ada hadis shahih yang menerangkan larangan melaknat atau mencela Iblis. Hadis tersebut bersumber dari seorang sahabat yang menceritakan pengalamannya saat membonceng Nabi shallallahualaihi wasallam,

Aku pernah membonceng Nabi shallallahualaihi wasallam lalu unta beliau terpeleset. Maka aku berkata, Celaka setan !

Nabipun menegurku Jangan katakan: Celaka Setan. Jka kamu katakan demikian, setan akan membesar sampai sebesar rumah. Setan akan berkata, Dengan kekuatanku. Akan tetapi ucapkanlah: Bismillah, karena jika kamu mengucapkan bismillah setan akan mengecil sampai menjadi sekecil lalat. (HR. Abu Dawud dan lainnya)

Hadis Ini, menunjukkan makruhnya ucapan laknat kepada Iblis/setan. Setidaknya karena dua alasan berikut :

[1] ucapan laknat, atau yang semisalnya, akan membuat setan makin percaya diri. Dia mengira bahwa peristiwa yang menimpa kita karena sebabnya.

[2] Setan adalah makhluk terlaknat tanpa perlu kita laknat.

Allah berfirman,

Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah inasan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang terlaknat. (QS. An-Nisa : 117)

Sementara suka mengucapkan laknat, bukan sifat orang Mukmin. Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda,

Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya. (HR. Tirmidzi, Ahmad dan lain-lain)

[baca lanjutan]

#Iblis #Setan #Makruh #Laknat
BERITA TERKAIT
Terperangkap Hawa Nafsu Bisa Jadi Budak Setan
Bersyukurlah seperti Pengemis Ini?
Untuk yang Bersedih, Berkabung dan Menderita
Pilih Kata, Intonasi dan Bahasa Tubuh yang Baik
Syair Gusmus: Ibu Pertiwi
Jika Selesai Salat Fardu, Berdoalah!
Manfaat Berdoa dengan Lirih dan Lemah Lembut

kembali ke atas