NASIONAL

Selasa, 21 Mei 2019 | 16:41 WIB

Prabowo Tolak Keputusan Pilpres yang Curang

Fadli Zikri
Prabowo Tolak Keputusan Pilpres yang Curang
Calon Presiden dan Wakil Presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Foto: inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Calon Presiden 02 Prabowo Subianto menyatakan, ia bersama Sandiaga Salahudin Uno menolak hasil Pilpres 2019 yang ditetapkan KPU pada Senin (20/5) dini hari. Prabowo menilai kontestasi demokrasi berlangsung penuh kecurangan.

"Kami pihak pasangan calon 02 tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," kata Prabowo di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Prabowo mengatakan, pihaknya kecewa karena KPU tidak melakukan upaya perbaikan atas berbagai kesalahan dalam seluruh proses Pemilu. Paslon 02 juga merasa pengumuman rekepaitulasi hasil Pilpres oleh KPU dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan.

"Kami juga telah memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang jujur dan adil. Namun hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan oleh KPU untuk memperbaiki proses tersebut," ujar Prabowo.

Sebelumnya, pengumuman hasil Pilpres dan Pemilu 2019 sedianya akan diumumkan pada tanggal 22 Mei dipercepat oleh KPU paa Senin dini hari. Kemudian, jika selama tiga hari tidak ada pasangan calon Presiden yang mengajukan gugatan ke MK, maka KPU akan menetapkan pemenang Pilpres.

Berdasarkan keputusan pleno KPU Senin dini hari itu, Calon Presiden 01 Jokowi-Maruf mendapatkan 85.036.828 suara atau 55,41 persen dan Prabowo-Sandi mendapat 68.442.493 suara atau 44,49 persen. [ton]

#PrabowoSandiagaUno #Pilpres2019
BERITA TERKAIT
Jenguk Habib Husin,Sandi Sapa dengan Salam Komando
(Sidang Kedua Sengketa Pilpres) Polisi Tak Izinkan Unjuk Rasa di Sekitar MK
Sandi Ajak TIDAR Ikut Suarakan Kebenaran
Polisi Tangkap Kreator Hoax 'KPU Menangkan Jokowi'
Menhub Ungkap Penyebab Kemacetan Arus Balik 2019
Kata BPN Soal Pengurangan 22 Juta Suara Jokowi
Tim Hukum Jokowi tak Kesulitan Jawab Gugatan BPN

kembali ke atas