EKONOMI

Selasa, 21 Mei 2019 | 22:50 WIB

Listrik Masuk Desa Mandong, Terima Kasih PLN

Listrik Masuk Desa Mandong, Terima Kasih PLN
(Foto: Dok)

INILAHCOM, Sangau - Andreas, Kepala Desa Mandong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengapresiasi kinerja PT PLN (Persero) yang berhasil melistriki daerahnya.

"Dengan adanya listrik segala aktifitas dapat dengan mudah dilaksanakan tidak tergantung dengan waktu. Anak-anak akan lebih mudah dan nyaman belajar dimalam hari. Segala aktifitas usaha pastinya akan tumbuh ditengah-tengah masyarakat, apalagi Desa Mandong ini kan letaknya tidak jauh dari jalan provinsi, mungkin sekitar 7 km dari jalan raya Sosok," kata Andreas.

Warga Mandong menyambut antusias rencana dibangunnya Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 7,228 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,024 kms dan trafo gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 300 kVA. Dengan pembangunan dan perluasan jaringan listrik ini nantinya PLN akan melistriki sekitar 171 rumah warga.

Sudah satu minggu ini warga Dusun Tuan, Terindak, dan Empayan melaksanakan kerja bakti membersihkan jalan dan lokasi pelaksanaan kegiatan peresmian ground breaking proyek kelistrikan desa di Kalbar. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin (20/5) di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau .

Khusus di Desa Mandong sendiri nantinya akan dibangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 7,228 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,024 kms dan trafo gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 300 kVA. Dengan pembangunan dan perluasan jaringan listrik ini nantinya PLN akan melistriki sekitar 171 rumah warga.

Andreas mengungkapkan keberadaan listrik pastinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang umumnya berkebun sawit dan karet. Sebelumnya untuk penerangan di rumah, pada umumnya warga menggunakan mesin genset dengan rata-rata penyalaan setiap malam sekitar 2 hingga 3 jam.

"Untuk menghidupkan mesin genset warga harus mengeluarkan dana antara 800 hingga 900 ribu per bulan untuk membeli bahan bakar, tentunya cukup berat bagi ukuran masyarakat desa, dengan adanya listrik yang akan segera masuk di desa kami pastinya akan memangkas pengeluaran rutin yang selama ini harus kami keluarkan," tutur Andreas.

Senada, Maria (46) warga Dusun Tuan juga menyambut bahagia rencana pembangunan listrik di sekitar tempat tinggalnya, selama ini nyaris tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan jika malam tiba, semua serba terbatas.

"Bagi warga dusun yang cukup mampu mesin genset adalah pilihan terbaik untuk penerangan di rumah saat malam tiba. Namun bagi kami yang kurang mampu lampu pelita menjadi alternatif daripada gelap sama sekali, sementara terkadang sulit untuk mencari minyak tanah. Listrik bagi kami adalah sesuatu yang sangat kami nantikan, rasanya mimpi jadi kenyataan jika nanti listrik menerangi tiap-tiap rumah warga," imbuh Maria.

Maria juga berencana ingin membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya. Wanita yang sehari-harinya menganyam rotan untuk dibuat berbagai peralatan rumah tangga ini mengaku dengan adanya listrik kehidupannya akan lebih baik.

"Saya ingin membuat berbagai penganan kecil yang dapat saya titipkan di warung-warung kopi. Jika ada uang, saya juga mau membeli kulkas untuk membuat es batu, mana tau kedepannya saya juga bisa jualan es batu atau minuman segar. Saya yakin, listrik akan membuat segalanya akan menjadi lebih mudah dan nyaman. Terima kasih PLN yang telah membuat kehidupan kami menjadi lebih baik lagi," kata Maria bersemangat.

Tambah Desa Berlistrik, PLN Gelar Ground Breaking Proyek Kelistrikan Desa di Kalbar. Sebelumnya, PLN melakukan acara Groundbreaking proyek kelistrikan desa (Lisdes) yang digelar pada senin (20/5) Kegiatan ground breaking yang dilaksanakan di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau ini sekaligus menandai pelaksanaan seluruh pekerjaan proyek Lisdes. Di tahun 2019 ini PLN akan melistriki 60 desa/dusun yang tersebar di 12 Kabupaten yang ada di Kalbar.

Menurut General Manager PLN UIW KALBAR, Agung Murdifi, saat ini rasio desa berlistrik di Kalbar sebesar 79,25% dari 2.130 desa yang ada, dengan rincian 1.515 desa menggunakan listrik PLN dan 174 desa non PLN.

"Kegiatan ground breaking ini menandai akan segera dilaksanakannya pekerjaan proyek kelistrikan di 60 desa dan dusun yang tersebar di 12 Kabupaten. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu," ujar Agung.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Syarif Kamaruzaman mengungkapkan , upaya melistriki masyarakat telah dilakukan oleh PLN baik disisi pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi.

"Saya berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalbar dapat meningkatkan Indeks Desa membangun tiap tahunnya, serta mendukung perwujudan desa berlistrik di Kalbar," Ujar Kamaruzaman. [ipe]

#PLN #ListrikDesa #PemprovKalbar
BERITA TERKAIT
Kalbar Paling Banyak Dapat Izin Hutan Sosial
Sidang Sengketa Pemilu, PLN Jamin Aman Setrum MK
Era Kegelapan Masih Bayangi 25 Pulau di NTT
(Lebaran Anti Byarpet) PLN Disjaya Bentuk Ratusan Pasukan Khusus
(Jelang Salat Ied) PLN Amankan Setrum Masjid Istiqlal dan Lainnya
(Jelang Lebaran 2019) PLN Sulselrabar Prioritaskan Listrik 99 Masjid
Credit Rating PT PLN Naik Lagi

kembali ke atas