EKONOMI

Rabu, 22 Mei 2019 | 01:29 WIB

Pemerintah Incar Tanki KKKS untuk Simpan FAME B20

Indra Hendriana
Pemerintah Incar Tanki KKKS untuk Simpan FAME B20
Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah terus mengkaji penyediaan sarana prasarana dan ongkos angkut B20, agar semakin efektif. Sampai saat ini, ongkos angkutnya masih sangat mahal.

"Salah satu perhatian pemerintah adalah ketersediaan sarana prasarana di titik-titik pencampuran B20 yang masih belum optimal, juga ongkos angkut FAME menuju beberapa titik pencampuran yang masih cukup tinggi," kata Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dikutip Selasa (21/5/2019).

Dia mencontohkan, Refinery Unit (RU) V Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) misalnya, telah menggunakan metode Ship To Ship (STS) untuk menekan ongkos angkut FAME. Namun, hasil evaluasi penggunaan STS masih menunjukkan biaya operasional yang relatif tinggi.

"Solusi yang diperkirakan dapat menekan biaya operasional STS, salah satunya dengan memanfaatkan tangki-tangki minyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang idle dan terjangkau jaraknya dengan RU V Balikpapan," kata Dadan.

Untuk mengetahui potensi tangki-tangki milik KKKS yang bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan FAME, Pulitbangtek Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB LEMIGAS) Badan Litbang ESDM telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelayakan Investasi Tanki FAME, Sarana Prasarana, Pipa dan Pencampuran di 10 Titik Pencampuran, beberapa waktu lalu. [ipe]

#MinyakSawit #BioDiesel #B20
BERITA TERKAIT
Pertamina Butuh Upgrade untuk Realisasikan B30
Tahun Ini, B30 Belum Wajib, Entah Tahun Depan
KESDM: Harga Biodiesel Turun dan Bioetanol Naik
Proyek Langit Biru Cilacap Membanggakan Pertamina
Sekda Jabar Buka Pelatihan Bencana DAS Citarum
Mentan Amran Banjir Apresiasi dalam Raker di DPR
Ini Jumlah B20 yang Diserap PT PLN

kembali ke atas